10 Tahun Berlalu Skandal Perselingkuhannya, Ini Kisah Tiger Woods Juarai The Masters

Walaupun golf bukan salah satu olahraga yang populer di Indonesia, kamu pasti mengenal Tiger Woods sebagai sosok yang telah mengoleksi berbagai macam trofi juara dunia. Setelah skandal perselingkuhan yang menerpanya di tahun 2009, gimana kabar pria berzodiak Capricorn itu sekarang ya?

Tiger Woods yang memiliki nama asli Eldrick Tont Woods lahir pada tanggal 30 Desember 1975 di kota Cypress, California. Ayahnya merupakan seorang mantan tentara Amerika Serikat berdarah Afrika Amerika bernama Earl Dennison Woods dan ibunya Kultida Woods berasal dari Thailand.

Ayahnya memberikan julukan tersebut kepada sang anak tunggalnya dalam rangka menghormati para tentara Amerika Serikat yang tengah melakukan tugas kenegaraannya.

Woods mulai menekuni olahraga golf sejak umur 6 tahun. Woods mahir dalam main golf berkat tangan dingin sang ayah yang juga gemar berolahraga golf.

Ketika menginjak usia 8 tahun, Eldrick (red: sapaan Tiger Woods) diundang ke banyak acara tv buat menampilkan kemampuan teknik bermain golf. Salah satu acara tv yang terkenal adalah Good Morning America, mengutip dari Biography.

Semenjak itu bakat Woods mulai terlihat dan barulah pada saat menginjak  jenjang kuliah ia memulai karier golfnya secara nasional sampai menembus level dunia, berikut kisahnya.

Baca juga: Kerajaan Bisnis Atlet Terkaya Sejagad, dari Stripclub Hingga Wiski

Menjuarai turnamen golf tingkat dunia di umur 21 tahun

Ini sosok Woods saat masih remaja dan udah menjuarai berbagai turnamen, (topsimages.com).

Woods kuliah di Stanford University fakultas ekonomi pada tahun 1994 hingga 1996. Selama menjadi mahasiswa, ia banyak mengikuti turnamen golf tingkat pemula dan berhasil membawa pulang gelar juara.

Usai lulus, Woods memilih buat menekuni bidang olahraga ini dibandingkan mencari pekerjaan pada umumnya. Hasilnya gak disangka-sangka, setahun setelah tamat kuliah tepatnya tahun 1997, ia menjadi juara turnamen bergengsi dunia The Masters dengan rekor poin 270.

Ini sekaligus mencatatkan dirinya sebagai juara termuda di turnamen profesional tersebut setelah pertama kali digelar pada tahun 1934.

Baca juga: UKM Indonesia Kalah Mulu, Ini Kunci Sukses Jika Ingin Menang

Menikah dengan model cantik asal Swedia, namun sang ayah wafat

Foto kebersamaan Woods dengan sang istri yang kini resmi bercerai, (biography.com).

Kepopuleran Woods membuat dirinya gak sulit untuk mendapatkan pasangan hidup. Tapi dari sekian banyak wanita, pilihannya jatuh kepada model asal Swedia bernama Elin Nordegren di tahun 2004. Pernikahan mereka dikaruniai 2 orang anak bernama Sam Alexis yang lahir pada tahun 2007 dan Charlie Axel di 2009.

Sayangnya sang ayah gak sempat melihat cucunya lahir karena di tahun 2006, Earl Dennison meninggal dunia akibat penyakit kanker prostat yang diidapnya. Hal tersebut sangat memukul hati Woods serta ibunya.

“Ayahku adalah teman terbaik dan role model terhebat yang pernah ada,  saya akan sangat merindukannya,” ucapnya kepada media.

Baca juga: 5 Alasan Berkunjung ke Hong Kong Disneyland pada Musim Liburan Tengah Tahun

Berhasil mengumpulkan uang sampai Rp 12,5 triliun

Woods pernah menyandang gelar sebagai atlet terkaya di dunia kala itu, (golfmagic.com).

Sampai tahun 2009 total pendapatan yang diraih oleh Woods dari golf mencapai angka US$ 895 juta atau setara Rp 12,5 triliun. Uang sebanyak itu ia dapatkan dari berbagai macam sumber seperti hadiah turnamen, sponsor dan jadi bintang iklan.

Dia berhasil mengalahkan bintang basket Amerika Serikat yaitu Michael Jordan yang mendapatkan pemasukan US$ 800 juta atau senilai Rp 11,2 triliun dan legenda balap Formula 1 Michael Schumacher yang meraup untung US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,8 triliun. Memasukan namanya sebagai salah satu atlet dengan bayaran paling mahal di dunia kala itu.

Skandal perselingkuhan dan usaha melawan depresi

 

Di tahun 2009, merupakan kisah kelam bagi pegolf terkaya di Amerika Serikat, (marijuanastox.com)

Gak lama setelah menyandang gelar atlet termahal dunia, karier Woods hancur seketika saat skandal perselingkuhannya diketahui oleh istrinya sendiri. Dan sedihnya lagi cara sang istri meluapkan kekesalan kepadanya terbilang cukup ekstrim.

Elin Nordegren berusaha mengejar suaminya yang pengin pergi dari rumah dengan membawa tongkat golf. Alhasil Woods yang membawa mobil gak sengaja menabrak bagian depan rumahnya sendiri.

Tanpa pikir panjang Elin langsung memecahkan kaca mobilnya. Kejadian itu langsung diekspos oleh media internasional dan menjadi buah bibir.

Usut punya usut pegolf termahal dunia itu memiliki banyak terlibat perselingkuhan yang selama ini gak diketahui oleh semua orang. Sialnya lagi satu per satu selingkuhannya bersedia bersaksi di beberapa media Amerika Serikat.

Tahun 2010, pernikahan keduanya pun berakhir di meja hijau akibat isu perselingkuhan. Selain kariernya yang rusak, Woods juga mengalami depresi karena mengalami kecanduan seks dan narkoba.  

Beberapa kali ia terlihat tengah berada di klinik kesehatan buat mengatasi masalah tersebut.

Terpaksa Eldrick Tont Woods harus kehilangan ratusan miliar rupiah akibat ditinggal oleh para sponsor yang selama ini telah mengontrak dirinya.

Kembali ke dunia golf profesional  dengan menjuarai turnamen The Masters 2019

Woods menjuarai turnamen The Masters 2019, (cnbcfm.com).

Sebenarnya dari tahun 2010 pasca skandal perselingkuhan Woods udah memutuskan buat mengikuti kejuaraan dunia. Namun, kondisi mentalnya kala itu belum pulih 100 persen sehingga bikin permainannya gak maksimal.

Sampai pada akhirnya di bulan April 2019, Woods berhasil kembali mencicipi juara turnamen tingkat dunia The Masters yang berlokasi di wilayah Georgia, Amerika Serikat. Hadiah yang diterimanya mencapai US$ 2 juta atau Rp 28 miliar.

Berita ini pun sontak menjadi halaman utama di beberapa media seluruh dunia dan disambut baik oleh para penggemarnya.

Nah, itu dia kisah Tiger Woods seorang olahragawan inspiratif yang berhasil bangkit dari keterpurukan masa lalunya yang kelam. Cerita di atas bisa menjadi motivasi kamu buat terus berusaha dalam meraih kesuksesan. Tetap semangat! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).