15 Negara Pengekspor Minyak yang Cetak Ribuan Triliun Rupiah, Ada Indonesia?

Harga minyak belakangan ini lagi fluktuatif banget. Kemarin sempat naik, baru-baru ini malah turun. Tentu aja situasi memengaruhi pendapatan yang diperoleh negara-negara pengekspor minyak.

Ngomong-ngomong, kamu tahu gak siapa aja negara-negara pengekspor minyak terbesar di dunia? Pastinya sih negara-negara tersebut juga merupakan negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia.

Minyak sendiri merupakan salah satu komoditas yang paling besar volume ekspornya. Seperti yang diungkap Visual Capitalist, minyak menempati posisi kedua terbesar sebagai komoditas ekspor. Nilai perdagangannya mencapai US$ 825 miliar atau Rp 11.677 triliun.

Terus siapa aja negara-negara pengekspor minyak terbesar di dunia? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Negara-Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia, Indonesia Ada Gak?

Daftar negara pengekspor minyak terbesar di dunia

negara pengekspor minyak
Kapal tanker berlayar di laut lepas. (Shutterstock)

Sebelumnya, Moneysmart pernah bikin ulasan negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia. Kebanyakan dari negara tersebut berada di wilayah Timur Tengah.

Gak heran kalau banyak negara Timur Tengah yang mengekspor minyak dalam volume yang besar. Harus diakui, minyak merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar di dunia yang berada di urutan teratas.

Seperti yang dicatat World’s Top Exports, sekitar 42,4 persen minyak yang diekspor berasal dari negara-negara Timur Tengah. Buat skala benua, Asia termasuk yang terbesar dengan persentase 48,6 persen.

Lainnya berasal dari benua Eropa yang memasok 17,9 persen, Afrika sebesar 14 persen, negara-negara Amerika Utara sekitar 12,3 persen, Amerika Latin sebanyak 6,6 persen, lalu wilayah Oceania sekitar 0,6 persen.

Nah, negara-negara mana aja yang masuk jajaran negara pengekspor minyak terbesar di dunia? Berikut ini daftarnya berdasarkan data 2018.

Negara pengekspor minyakNilai eksporPersentase
Arab SaudiUS$ 182,5 miliar15,9%
RusiaUS$ 129 miliar11,3%
IrakUS$ 91,1 miliar7,9%
KanadaUS$ 66,9 miliar5,8%
Uni Emirat ArabUS$ 66,8 miliar5,8%
KuwaitUS$ 49,8 miliar4,3%
Amerika SerikatUS$ 47,2 miliar4,1%
IranUS$ 45,7 miliar4%
NigeriaUS$ 43,6 miliar3,8%
AngolaUS$ 38,4 miliar3,4%
KazakhstanUS$ 37,8 miliar3,3%
NorwegiaUS$ 33,3 miliar2,9%
LibyaUS$ 26,7 miliar2,3%
MeksikoUS$ 26,5 miliar2,3%
VenezuelaUS$ 26,4 miliar2,3%

Gak mengherankan kalau Arab Saudi menjadi negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Apalagi negara ini bisa kaya raya berkat minyak bumi yang tersimpan di dalamnya.

Menariknya nih, Arab Saudi bukanlah negara penghasil minyak terbesar di dunia nomor satu. Justru posisi nomor satu ditempati Venezuela. Namun, nilai ekspor negara Amerika Latin ini berada di posisi buncit kalau melihat tabel di atas.

Penyebab turunnya nilai ekspor minyak Venezuela dikarenakan adanya sanksi Amerika Serikat. Seperti yang diberitakan The Wall Street Journal, sanksi Amerika Serikat memberi dampak signifikan terhadap penurunan ekspor minyak Venezuela.

Asal tahu aja nih, Amerika Serikat merupakan salah satu pasar penjualan minyak Venezuela. Sanksi yang diberikan kepada Venezuela adalah keputusan politis Amerika Serikat sejak kepemimpinan Venezuela dipegang Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga: Cetak Pendapatan Rp 6.000 Triliun, Ini 4 Perusahaan Minyak Terbesar Selain Aramco

Kadang naik dan kadang turun, ini lho faktor-faktor yang memengaruhi harga minyak

negara pengekspor minyak
Harga minyak turun-naik. (Shutterstock)

Ada dua faktor yang diketahui memengaruhi naik turunnya harga minyak. Dua faktor yang bikin harga minyak berfluktuasi, yaitu:

  • Penawaran dan permintaan
  • Sentimen pasar

Faktanya, kedua faktor tersebut juga berdampak pada harga komoditas lainnya di dunia lho. Seperti yang kamu tahu, penawaran dan permintaan sangat memengaruhi harga penjualan barang ataupun jasa.

Saat permintaan minyak sedang naik-naiknya, lebih dari jumlah yang ditawarkan, harga minyak dipastikan bakal naik. Begitu juga sebaliknya. Ketika permintaan akan minyak menurun, padahal penawarannya lagi tinggi, harga minyak cenderung menurun.

Sementara sentimen pasar yang berpengaruh ke harga minyak cenderung disebabkan gejolak politik yang terjadi di antara negara-negara penghasil minyak. Contohnya aja Perang Teluk tahun 1991 yang bikin produksi minyak menurun dan harganya jadi naik.

Itu tadi informasi negara-negara pengekspor minyak terbesar di dunia dan faktor-faktor yang memengaruhi harga minyak dunia. Semoga informasi barusan bermanfaat! (Editor: Ruben Setiawan)