Bermodalkan Rp 8 Triliun, 4 Gedung Tinggi Ini Ternyata Milik Konglomerat

Kota besar itu identik dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang ke langit. Namun, kamu penasaran gak siapa pemilik dari gedung-gedung tinggi tersebut?

Udah pasti sih pemiliknya itu para konglomerat. Soalnya bangunan bertingkat hingga 40 lantai ini butuh modal yang besar buat mendirikannya. Ditambah lagi pembangunannya dilakukan di lokasi yang strategis, udah pasti mahal banget tuh lahannya.

Meski mengeluarkan modal besar, hasil yang didapat pasti menguntungkan. Dikutip dari Skyscraper Center, jumlah gedung tinggi di Jakarta udah mencapai 393 gedung.

Padahal, jumlahnya cuma 362 gedung pada tahun 2017. Itu berarti ada pertambahan jumlah gedung yang signifikan selama kurang lebih setahun. Dari sini aja udah bisa disimpulkan kalau mendirikan gedung tinggi berpotensi menguntungkan.

Siapa aja konglomerat-konglomerat yang memiliki gedung tersebut dan mana aja gedungnya? Ini daftarnya:

1. Wisma 46

Wisma 46

Gedung tinggi yang berlokasi di kawasan Sudirman ini dimiliki Yayasan Dana Pensiun BNI, Salim Group, dan Lyman Group. Mereka bersama-sama mendirikan gedung 51 lantai ini lewat perusahaan bentukan mereka, yaitu PT Swadharma Primautama.

Wisma 46 mulai berdiri sejak 1996 di atas lahan seluas 16 hektare. Arsitektur gedung dengan tinggi 262 meter ini didesain Zeidler Partnership Architects dan DP Architects Private Ltd.

Harga sewa per lantai di Wisma 46 seperti dikutip dari Sewa Kantor mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 45 juta per bulan. Bangunan ini juga masuk deretan 10 gedung tertinggi di Jakarta juga lho!

2. Sahid Sudirman Center

Sahid Sudirman Center (Boss.co.id)

Gedung tinggi yang mulai berdiri tahun 2015 ini dibangun atas kerja sama Sukamdani Sahid Gitosarjono, Yantony Nio, dan Tan Kian. Gedung ini memiliki tinggi hingga 258 meter dan 59 lantai ke atas serta 4 lantai ke bawah dan menjadi gedung tertinggi di Jakarta nomor tiga.

Asal tahu aja, pendirinya Sukamdani Sahid Gitosarjono dikenal sebagai pengusaha sukses yang berkecimpung di bisnis perhotelan. Pastinya kamu tahu dong Hotel Sahid dan Hotel Sahid Jaya International? Nah, Sukamdani Sahid inilah pemilik kedua hotel tersebut.

Sementara Tan Kian adalah pengusaha properti sekaligus pengusaha hotel. Ia merupakan pemilik dari Pacific Place, Ritz Carlton Hotel, dan JW Marriott Kuningan. Begitu juga dengan Yantony Nio yang merupakan pengusaha di bidang properti.

Seperti yang diberitakan Bisnis, harga sewa lantai di Sahid Sudirman Center mulai dari US$ 35-US$ 55 per meter persegi selama sebulan. Kalau dirupiahkan, itu berarti harga sewanya mulai dari Rp 516 ribu-Rp 811 ribu per meter persegi.

3. Gama Tower


Gama tower (i.imgur)

Dulunya dikenal dengan nama Cemindo Tower. Gedung tinggi dengan 69 lantai ini dibangun Sitorus bersaudara, yaitu Ganda dan Martua Sitorus. Sst, ini adalah gedung tertinggi di Jakarta yang ada di urutan pertama lho!

Sekadar diketahui, Martua Sitorus merupakan konglomerat di urutan ke-24 versi majalah Forbes. Kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar atau Rp 20 triliunan.

Bersama saudaranya, Ganda Sitorus, mereka berbisnis di perkebunan kelapa sawit, pertambangan, hingga properti.

Gedung dengan tinggi 288 meter ini berlokasi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Harga sewa mulai dari Rp 80 juta setahun.

4. Menara Astra


Menara Astra (Wikimedia)

Nah, kalau yang ini adalah gedung tertinggi di Jakarta yang ada di peringkat dua. Gedung tinggi yang selesai dibangun tahun 2017 ini dimiliki PT Astra International. Sebagai grup usaha terbesar, Astra International lewat anak usahanya PT Astra Property mendirikan Menara Astra dengan tinggi 260 meter.

Menara Astra mulai dibangun tahun 2014. Pembangunannya dikabarkan menelan dana hingga Rp 8 triliun.

Sekadar informasi, Astra International merupakan perusahaan yang didirikan William Soeryadjaya. Dari yang awalnya menjual minuman, kemudian merambah ke usaha otomotif, peralatan berat, hingga komoditas lainnya.

Seperti yang dikabarkan Kumparan, gedung yang mengambil lokasi di Jalan Sudirman, Jakarta ini disewakan mulai dari harga Rp 400 ribu per meter persegi selama sebulan.

Itu tadi empat gedung tinggi di Jakarta yang rupanya dimiliki para konglomerat di Indonesia. Dari empat gedung di atas, ada gak yang salah satunya yang menjadi kantormu?