Bukan Indonesia, Ini 5 Proyek Pulau Reklamasi Tersukses di Berbagai Belahan Dunia

Pulau reklamasi atau pulau yang terdiri dari tumpukan pasir di lautan merupakan upaya paling modern untuk memperluas wilayah. Di Jakarta sendiri, kini upaya ini tengah menjadi pergunjingan.

Pembuatan pulau reklamasi di Jakarta sendiri sudah direncanakan sejak tahun 1995. Saat itu pertimbangannya adalah dengan memastikan ketersediaan lahan hunian yang semakin sempit, serta memajukan Jakarta Utara yang saat itu tertinggal dari empat wilayah lainnya. Sayangnya di tahun 2003, rencana tersebut dibatalkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena dinilai tidak memiliki kelayakan.

Namun, di tahun 2011, putusan Mahkamah Agung menyatakan kalau proyek reklamasi legal, dan bisa dilanjutkan asal memenuhi beberapa persyaratan seperti kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Tahun 2014 pun pulau mulai dibangun, tapi lagi-lagi mendapatkan hambatan dari Kementerian Kelautan dan Kemenko Maritim yang memutuskan untuk menghentikan proyek sementara.

Mengenai tarik ulur proyek reklamasi ini, kayaknya Indonesia harus belajar dari beberapa negara-negara yang sukses mengembangkan pulau reklamasi menjadi kawasan yang bermanfaat untuk orang banyak.

Negara mana aja? Yuk simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Lebih Murah dari Rumah Artis, Ini 7 Pulau Pribadi Seharga Rp 7 Miliaran

1. Pulau Sentosa (Singapura)

pulau reklamasi
Sentosa Island. (Shutterstock)

Kita tahu, kalau Singapura merupakan negara yang amat sangat kecil. Bahkan luasnya kalau dibandingkan dengan DKI Jakarta hanya lebih besar sekitar 100 kilometer persegi. Meski negaranya kecil, tapi negara tetangga tersebut gak bisa menghindar dari masalah pertumbuhan penduduk.

Belum lagi animo masyarakat yang tinggal di sana terus bertambah setiap tahunnya. Lama-lama Singapura bisa mengalami kepadatan penduduk. Oleh sebabnya, reklamasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi itu.

Salah satu pulau reklamasi yang ada di Singapura adalah Pulau Sentosa. Pulau Sentosa sebenarnya sudah lama ada dan telah menjadi benteng pertahanan penjajahan Inggris. Tapi, setelah Singapura merdeka, tepatnya pada tahun 1960an, pulau ini mulai direncanakan sebagai kawasan hiburan dan digabungkan dengan pulau utama dengan jembatan. Luasnya pun ditambah dengan reklamasi hingga menjadi seluas 500 hektare.

Bagi wisatawan, Pulau Sentosa sudah menjadi magnet untuk dikunjungi. Karena beberapa spot wisata menarik dan ikonik ada di sini, seperti Universal Studios Singapore, SEA Aquarium, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, meski reklamasi itu membawa keuntungan bagi Singapura, namun Indonesia ketiban ruginya, kok bisa? Dikutip dari CNN, bahan baku untuk reklamasi di Singapura menggunakan pasir dari Riau. Pasir di Riau dikeruk selama 24 tahun, sekitar 1978-2002, dan menimbulkan banyak kerugian bagi ekonomi serta lingkungan hidup Indonesia. Kerugian finansialnya bahkan mencapai 42,38 miliar Dolar Singapura!

Baca juga: Gak Kalah dari Bule, 6 Orang Indonesia Ini Ternyata Juga Punya Pulau

2. Palm Jumeirah (Dubai)

pulau reklamasi
Palm Jumeirah. (Shutterstock)

Di Dubai, ada salah satu spot ikonik yang bernama Palm Jumeirah. Ini merupakan pulau reklamasi yang dibentuk menyerupai pohon palem. Dikutip dari Arabian Business, megaproyek ini mulai dibangun pada tahun 2001 silam, dengan estimasi biaya mencapai US$ 12 miliar atau Rp 172 triliunan.

Pulau buatan ini dibangun oleh pengembang real estate pemerintah Dubai, Nakheel. Sementara itu, rancangannya didesain oleh firma arsitek asal Amerika Serikat, Helman Hurley Peacock. Proses pembuatannya menggunakan pasir yang berada di dasar laut Teluk Persia. Pondasi pulau mulai terbentuk dan jadi di tahun 2004, dan 2006 mulai didirikan gedung-gedung elite di atasnya.

Kini, Palm Jumeirah sudah menjadi tempat paling mewah karena terdapat berbagai resor, hotel, dan apartemen mewah yang dimiliki oleh orang-orang kaya dari seluruh dunia. Setidaknya ada lebih dari 10.000 orang yang telah mendiami pulau ini.

Baca juga: 6 Orang Kaya Ini Beli Pulau Pribadi, Harganya Bikin Melongo

3. Songdo (Korea Selatan)

pulau reklamasi
Kawasan Songdo. (Shutterstock)

Korea Selatan ternyata juga memiliki pulau reklamasi, tepatnya di Kota Incheon, yang diberi nama kawasan Songdo. Pembangunannya mulai direncanakan pada tahun 2001, dan memang diperuntukan sebagai kawasan bisnis juga tempat di mana Bandara Internasional Incheon berada.

Sejak awal, Songdo dibangun sebagai kawasan berteknologi tinggi dan elite. Bagi yang berkunjung ke sini bakal merasakan udara yang segar. Pasalnya, kendaraan pribadi memang sangat dibatasi, sehingga udaranya rendah karbon.

Berbagai teknologi canggih juga diaplikasikan di sekitar wilayah ini. Salah satunya adalah tempat sampah yang bisa memperkecil sampah secara otomatis. Oleh sebab itu, banyak perkantoran yang berlokasi di sini karena jalanannya yang tidak macet.

Bahkan, pemerintah Korea sendiri seperti dikutip di Citylab, menganggap kalau kawasan seluas 607 hektare ini sebagai solusi dari permasalahan kota modern yang layak disandingkan dengan Hong Kong dan Shanghai.

4. Bandara Internasional Kansai (Jepang)

pulau reklamasi
Bandara Kansai, Osaka. (Shutterstock)

Gak cuma Korea Selatan yang punya bandara di atas pulau reklamasi, Jepang juga punya lho! Bandara itu adalah Bandara Internasional Kansai yang terletak di Osaka. Bandara internasional ini letaknya di atas pulau buatan di Teluk Osaka. Bandara ini menjadi satu-satunya landasan terbang di Jepang yang berdiri di atas laut.

Reklamasi dimulai pada tahun 1987, hingga akhirnya pada tahun 1994 proses pengerjaan bandara seluas 500 hektare ini rampung dan resmi beroperasi. Bandara dibagi menjadi dua terminal, pertama untuk melayani penerbangan-penerbangan eksklusif, kedua untuk melayani penerbangan berbiaya murah.

5. Bandara Hongkong (Hongkong)

pulau reklamasi
Bandara Hongkong. (Shutterstock)

Sama dengan Jepang, Hongkong juga memilih untuk membangun pulau reklamasi sebagai kawasan bandaranya. Hongkong sebenarnya sudah memiliki bandara di pusat kota, tapi karena penerbangannya terlalu padat, akhirnya mereka membangun bandara baru di atas laut.

Bandara tersebut memiliki dua landasan terbang dan kini, dikutip dari South China Morning Post, pemerintah Hongkong tengah merencanakan pembangunan landasan yang ketiga dengan menghabiskan dana US$ 18,1 miliar atau Rp 259 triliunan. Pembangunannya diperkirakan bakal rampung di tahun 2024.

Itu tadi lima pulau reklamasi di berbagai belahan dunia. Pembangunan kelimanya sudah melalui berbagai tahapan penelitian, sehingga keamanannya dan dampaknya terhadap lingkungan sudah diperhitungkan masak-masak. Selain itu, penggunaannya juga difokuskan untuk kepentingan bersama dan demi keuntungan negara, jadi bermanfaat banget deh. (Editor: Ruben Setiawan)