Duh, Ini 5 Sinyal Lamaran Kerja Milikmu Bakal Ditolak

Lamaran kerja ditolak? Sakitnya tuh di sini. Apalagi kalau perusahaan yang nolak adalah perusahaan impianmu.

Sejatinya, banyak faktor yang menyebabkan hal yang gak menyenangkan itu terjadi. Sebagian besar disebabkan oleh si pelamar kerja itu sendiri sih.

Tapi gak nutup kemungkinan juga penolakan itu terjadi akibat kesalahan perusahaan yang bersangkutan. Bisa jadi perusahaan yang bersangkutan kurang cermat dalam seleksi kandidat, atau bisa juga ada faktor kolusi yang dilakukan perusahaan.

So, daripada baper karena berasa di-PHP oleh perusahaan impianmu, ketahui yuk lima sinyal lamaran kerja yang kamu ajukan bakal ditolak.

1. Proses interview kerja berlangsung secepat kilat

Cepat secepat Flash pas lagi lari (Postingmg)

Hari pertama dipanggil oleh divisi personalia alias HRD, interview atau wawancara kerjanya lancar jaya. Dan besoknya dipanggil oleh user alias divisi di mana kamu bakal ditempatkan.

Interview-nya sih biasa-biasa aja, gak tegang juga. Tapi kok cepet banget ya. Bahkan gak sampe 20 menitan, sepertinya udah kelar. Apakah habis ini tinggal nego gaji atau gimana ya?

Nah, wawancara yang berlangsung secepat kilat bisa jadi sinyal bahwa user gak tertarik untuk menggali informasi tentangmu. Ada kemungkinan besar juga, sebelum kamu interview, sudah ada kandidat lain yang mereka anggap lebih kompeten.

2. Pewawancara minim senyum

Kalau ini sih bisa jadi berasal dari sikap pewawancara yang ngebetein, atau mungkin dia lagi kurang piknik. Tapi pada dasarnya, senyum itu kan menunjukkan keramahan dan bisa menunjukkan bahwa dia menghormati lawan bicara.

Apabila mukanya datar apalagi sampai jutek, otomatis kamu pun jadi tegang bukan? Bila kamu berwatak keras, boro-boro kamu mau ngajukan pertanyaan ke dia, bisa jadi kamu jutekin balik si pewawancara secara spontan.

[Baca: 5 Pertanyaan Interview Kerja yang Perlu Kamu Ajukan Biar Pewawancara Terkesan]

Bila hal ini terjadi selama proses interview, maka besar kemungkinan lamaran kerja yang kamu ajukan ditolak, karena pewawancara sudah malas berinteraksi denganmu.

Namun lain halnya jika dia minim senyum, tapi mengajakmu debat seputar konsep kerja. Debatnya pun kerasa cukup tegang. Bisa jadi, perusahaan memang menginginkan karyawan yang gak cuma bisa jadi “Yes man”.

3. Cuma ada respons singkat

Oke terus ada lagi yang mau di sampaikan? Kalau gak ada ya boleh pulang (burnetts)

Di saat kamu bercerita soal prestasimu dan pewawancara cuma meresponsmu dengan kalimat, “Ya, ada lagi yang mau disampaikan?” Bisa jadi itu sinyal dia gak tertarik sama prestasimu.

Percaya deh kalau memang dia beneran tertarik, dia pasti nyimak ceritanya dan bertanya. Sebut saja di tengah ceritamu dia bakal bertanya, “Bagaimana Anda melakukan hal ini? Kendala apa yang Anda hadapi?” dan pertanyaan lain.

4. Pewawancara nyaris gak nyinggung skill-mu

Bila sepanjang interview berlangsung sama sekali gak ada pembahasan seputar skill apa yang kamu miliki, maka buat apa ada interview? Masa iya interview cuma mau menceritakan seputar prestasi sama pengalaman kerja?

Pembahasan mengenai skill tentu sangat penting. Karena hal itu berkaitan sama tanggung jawab yang bakal kamu emban di perusahaan baru.

[Baca: Cari Kerja Zaman Now, Wajib Punya 5 Skill Ini Nih]

Kalau memang rekrutmen karyawan ini dilakukan secara serius, perusahaan pasti ingin tahu dong sejauh mana calon karyawan bisa mengemban tanggung jawabnya. Masa mereka gak menggali lebih dalam soal skill si pelamar.

5. Gak ada kabar dari perusahaan yang bersangkutan dalam 2 minggu

2 Minggu gak ada kabar, cari aja yang lain (flourish)

Ketika perusahaan yang bersangkutan gak memberimu kabar selama dua minggu, tandanya lamaran kerja milikmu sudah ditolak.

Dua minggu itu waktu yang lama lho. Idealnya dalam waktu seminggu saja perusahaan sudah memberikan kabar baik atau buruk kepadamu.

Alasan perusahaan mengabari pelamar dua minggu kemudian karena mereka juga sedang mencari kandidat alternatif. Kalau sudah lebih dari dua minggu gak ada kabar, maka baiknya kamu follow up saja via email biar jelas.

Itulah lima sinyal lamaran kerja yang kamu ajukan bakal ditolak oleh perusahaan. Jadi sebaiknya kamu mengirim lamaran kerja ke banyak perusahaan ya. Bila satu perusahaan gak ada kabar, kamu masih punya kesempatan dipanggil perusahaan lain.

Jangan lupa juga lho, ngelamar kerja bukan asal ngelamar. Kalau asal-asalan nanti yang ada kamu gak kunjung dipanggil interview.

[Baca: Mau Cepat Dipanggil Interview Kerja? Terapkan 6 Jurus Ini]