Gaji Guru Honorer Kecil, 4 Kerjaan Ini Bisa Nambah Pendapatan

Banyak yang bilang gaji guru honorer kecil. Penghasilan dari mengajar aja gak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti cerita Bayu Prihartanto, guru honorer asal Gunung Kidul yang bergaji Rp 300.000 per bulan. Dia terpaksa cari uang tambahan dengan membuka usaha kaki lima.

Selain jualan yang dilakukan Bayu di atas, masih banyak kok cara mendapatkan uang tambahan yang halal.

Jangan patah semangat. Walaupun gaji guru honorer gak seberapa, kamu masih bisa kok mendapat uang tambahan. Berikut ini beberapa kerja sampingan yang bisa dipraktikkan:

1. Mengajar les privat

Sebagian besar guru honorer mengajar sesuai jam pelajaran yang telah diberikan pihak sekolah. Ada yang mengajar pagi, siang, atau sore. Setiap jamnya mereka akan dibayar dengan menggunakan dana dari pemerintah.

Selain ngajar di sekolah, jadi guru les privat juga asik lho (gurulesprivat.net)

Sebagai contoh, Pak Agus mengajar Bahasa Inggris di Sekolah ABC selama 10 jam dalam sebulan. Per jamnya Pak Agus dibayar Rp 50.000. Maka dalam sebulan Pak Agus akan menerima gaji sebesar Rp 500.000.

Di luar jam mengajar, guru honorer punya waktu cukup untuk mencari pendapatan tambahan. Nah, ini bisa dimanfaatkan untuk mengajar di tempat lain.

Jika merasa kesulitan mencari anak didik, kamu bisa bikin iklan bahwa kamu sedang membuka les privat.

Iklan bisa dibikin via brosur dan disebarkan di perumahan-perumahan, atau bahkan ditawarkan ke para orangtua murid. Jangan lupa juga sebarkan di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lain.

[Baca: Curhat Duit: Bimbel atau les privat, mana yang harus dipilih ya?]

Tentukan juga berapa besaran biaya dan waktu les privatnya. Cari tahu berapa biaya standar les privat Bahasa Inggris untuk anak sekolah SD, SMP, SMA atau bahkan bagi mahasiswa.

Nah, kalau sudah banyak yang berminat dan tertarik untuk les, siap-siap deh kamu atur jadwalnya. Jangan sampai bentrok dengan tugas utama kamu sebagai guru honorer.

2. Bisnis online atau offline

Teachers zaman now gak sedikit yang menyambi sebagai pedagang. Biasanya para guru honorer ini membawa barang jualannya ke sekolah.

Jualan via online gak harus sewa lapak (tribunnews.com)

Makanan, pakaian, aksesori, hingga kosmetik adalah contoh. Seringkali barang jualan tersebut dibawa dan ditawarkan kepada guru-guru lain di sela-sela istirahat atau pulang sekolah. Ini bisa juga kamu praktikkan di sekolah tempat kamu ngajar, asal gak mengganggu jam pelajaran.

Tapi pastiin juga teman-teman guru atau bahkan murid yang beli barang jualanmu gak banyak yang ngutang ya. Udah gaji guru honorer kecil, ini masih tambah diutangin orang-orang. Bukannya untung, malah buntung deh.

Ada baiknya, coba juga manfaatkan akun-akun media sosial kamu untuk jualan barang-barang yang tadi. Jadi selain dagang offline kamu juga bisa jualan secara online.

[Baca: Tips Bisnis Online Lewat Facebook Ini Bisa Bikin Jualanmu Laris]

Kan keren kalau orang lain menilai kamu sebagai guru honorer sekaligus entrepreneur.

3. Kerja sampingan sebagai ojek online

Gak usah minder dan banyak gengsi, mencari duit zaman sekarang apa saja bisa dikerjakan. Yang penting halal. Kamu malu sebagai guru tapi juga nyambi jadi tukang ojek? Sudah bukan zamannya.

Gak perlu gengsi buat jadi ojek online ya (solopos.com)

Sekarang ini banyak juga kok orang-orang dari berbagai latar belakang yang menjadi driver ojek online. Ini bisa kamu lakukan juga mumpung banyak peluang untuk mencari pendapatan tambahan selain mengajar.

[Baca: Gini Cara Daftar Ojek Online Buat Nambah Penghasilan]

Menjadi driver ojek online gak perlu ngeluarin duit banyak. Cukup punya sepeda motor dan memenuhi persyaratannya. Setelah itu, kamu bisa ngojek di luar waktu mengajar.

Pendapatan dari ngojek online ini lumayan kalau kamu rajin dan ulet. Bahkan bisa lebih dari pendapatan guru honorer. Itu artinya kamu bisa memiliki uang tambahan dari pekerjaan sampingan kamu sebagai guru.

Tapi, gak semua daerah sudah terakses ojek online. Jika di daerah kamu belum ramah ojek online, mendingan gak usah deh. Soalnya banyak kasus bentrokan antara ojek online dan ojek pangkalan, atau bahkan transportasi konvensional lainnya.  

4. Menjadi penulis

Sebagai guru yang memiliki latar belakang keilmuan, ada baiknya kamu mulai mengembangkan wawasan. Caranya rajin-rajinlah menulis opini atau gagasan di media, blog, atau bahkan sosial media.

Selain menghasilkan uang, menulis itu asik (artikel.co)

Ini bisa kamu lakukan untuk unjuk gigi menampilkan seberapa luas wawasan kamu sebagai guru. Tulisan yang kamu buat bisa berupa esai, opini, jurnalisme warga, atau karya sastra.

Menulislah di media yang memang menyediakan honor buat penulis. Kalau tulisan kamu tayang empat kali saja dalam sebulan, kamu udah punya pendapatan tambahan dari hasil tulisan lepasmu.

Selain menjadi penulis lepas, kamu juga bisa mulai menjajal menjadi penulis buku. Topik yang kamu tulis gak usah jauh-jauh dari latar belakang atau keseharianmu.

Gak sedikit lho guru sukses yang menyambi sebagai penulis. Di Jawa Barat misalnya, belum lama ini 100 guru menerima penghargaan dari pemerintah atas profesinya yang juga sebagai penulis.

Jadi, meskipun status kamu saat ini masih guru honorer atau belum diangkat menjadi PNS, gak usah galau dan banyak ngeluh.

Lakukan beberapa cara di atas untuk mendapatkan duit tambahan agar hidupmu lebih sejahtera. Gak perlu bergantung sama gaji guru honorer doang kan.

Selamat Hari Guru 25 November ya! Tanpa jasa-jasamu, bangsa ini tidak akan semaju seperti sekarang.