Ini 3 Saham yang Terdepak dan Menjadi Anggota Keluarga Baru di Indeks LQ45

Indeks LQ45 menjadi indeks yang ditempati saham-saham blue chip. Intinya, saham perusahaan-perusahaan di indeks ini merupakan salah satu terbaik dengan kapitalisasi yang besar di Indonesia. 

Selain itu, saham-saham di indeks ini juga terbilang sangat likuid karena aktif di perdagangkan di bursa. Udah tahu belum, kalau saat ini yang menjadi anggota keluarga baru dan terdepak di deretan LQ45. Pengin tahu siapa aja? Yuk, cari tahu di bawah sini.

Baca juga: APBN Indonesia Gak Ada Apa-apanya Dibandingkan Nilai Jual Deretan Perusahaan Ini

Anggota baru

Nah, berikut ini saham-saham yang masuk dalam jajaran keluarga baru di indeks LQ45.

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Indeks LQ45
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) masuk dalam jajaran indeks ini, (Ilustrasi/Pixabay).

Perusahaan yang satu ini juga bergerak di bidang peternakan ayam, mulai dari pembibitan hingga produksi daging ayam. Sekarang, mereka udah masuk dalam jajaran indeks LQ45 lho.

Gak cuma ayam, mereka juga mengelola peternakan sapi, penangkaran udang dan ikan. Produk-produknya pun dijadikan makanan olahan. Komposisi saham JPFA 52,43 persennya dipegang oleh Japfa Ltd, sementara itu 35,84 persennya diperuntukkan pada publik.

2. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPS)

indeks LQ45
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPS) masuk dalam keluarga LQ45 nih, (Instagram/btpnsyariah).

Tentu saja, BTPS adalah BTPN tapi versi syariah. Kepemilikan saham BTPN di BTPS mencapai 70 persen, sedangkan buat publik 20 persen dan sisanya dipegang oleh PT Triputra Rahmat.

Akan tetapi, pada akhir Januari 2019, PT Triputra Rahmat menjual 50 juta saham BTPS di harga Rp 1.510 per saham. Mereka pun berhasil meraup Rp 7,5 miliar!

3. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

indeks LQ45
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masuk dalam keluarga baru LQ45 lho, (Instagram/@ciputra_international.puri).

Kapitalisasi pasar perusahaan yang didirikan oleh suhu properti di Indonesia yaitu Ciputra, nilainya kini menyentuh di angka Rp 21,81 triliun! 

Proyek CTRA juga tentunya familiar di telingamu. Dan asal kamu tahu, Ciputra juga mendirikan Metropolitan Land, Tbk. (MTLA) yang nilainya ditaksir mencapai Rp 3,46 triliun.

Saham yang udah masuk ke indeks LQ45 ini, 47,02 persen ini dikuasai oleh PT Sang Pelopor, sementara itu jatah buat publiknya sebesar 52,98 persen. 

Baca juga: Salah Satunya dari Indonesia, Ini 8 Orang Paling Dermawan di Dunia yang Menyumbang Hartanya

Yang terdepak

Kalau yang tiga ini merupakan saham yang udah terdepak dari Indeks LQ45 lho.

1. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

indeks lq45
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), (Instagram/@waskita_beton_precast_klaten).

Perusahaan yang satu ini merupakan anak usaha dari PT Waskita Karya Persero Tbk (WSKT) yang juga melantai di bursa saham. Mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur beton precast dan ready mix.

Harga sahamnya saat ini masih Rp 300an perak lho per lembarnya. Kepemilikan sahamnya, 59,99 persen dipegang oleh PT Waskita Karya Persero Tbk, 0,01 persen dipegang oleh Koperasi Waskita, dan 40 persennya untuk publik.

2. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Indeks Lq45
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mau gak mau mesti terdepak dari LQ45, (Instagram/@adhikaryaprima).

Sama seperti WIKA, BUMN di bidang konstruksi ini juga terdepak dari indeks LQ45. Perusahaan ini melakukan listing pada 3 Maret 2004 dengan kode saham ADHI. Saat IPO, harga perdana saham ini cuma Rp 150 per lembar!

Beberapa proyek besar pernah dikerjakan PT Adhi Karya. Sebut aja renovasi Gelora Bung Karno, pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, pembangunan pabrik Phapros, hingga pembangunan Tol Bakauheni – Terbangi Besar.

Sampai saat ini 51 persen saham ADHI dipegang Pemerintah Indonesia. Sementara itu 49 persennya diperuntukkan ke publik.

3. PT Elnusa Tbk (ELSA)

indeks LQ45
PT Elnusa Tbk (ELSA) mau gak mau juga mesti ikutan dengan dua perusahaan lainnya yang terdepak dari LQ45, (Ilustrasi/Pixabay).

Saham ELSA juga terdepak dari indeks LQ45. Perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang hulu migas.

41,10 persen saham Elnusa dipegang oleh PT Pertamina Persero, sebuah perusahaan minyak BUMN. 14,90 persennya juga dikuasai oleh Yayasan Pertamina. Sedangkan 44 persen diperuntukan kepada publik.

Itulah deretan saham yang baru aja menjadi anggota keluarga dan terdepak dari indeks LQ45. Tertarik buat membeli salah satunya? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).