Ini 7 Jurus Anies Baswedan Melenyapkan Polusi Udara di Jakarta

Beberapa bulan belakangan ini kualitas udara di Jakarta tengah menjadi sorotan. Pasalnya, sudah berkali-kali kualitasnya menjadi yang terburuk di dunia menurut air quality index alias indeks AQI.

Pihak Pemprov DKI Jakarta pun didesak untuk bertindak secepatnya untuk mengatasi masalah ini. Tentunya dengan cara mengeluarkan berbagai kebijakan yang lebih ramah lingkungan.

Kalau dibiarkan saja, lama-lama akan banyak memakan banyak korban. Bahaya polusi udara sangat berdampak terhadap kesehatan warga. Mulai dari penyakit biasa seperti flu, sampai yang terparah seperti gangguan fungsi jantung dan kanker. 

Mengingat situasi semakin parah, Anies Baswedan selaku Gubernur Jakarta akhirnya mengeluarkan instruksi gubernur. Ingub nomor 66 tahun 2019 yang dikeluarkan pada Kamis (1/8) ini memuat poin-poin penting yang harus dilaksanakan oleh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengembalikkan kualitas udara Jakarta semakin baik. Apa saja? 

Baca juga: Apa Sih Plus dan Minus Berangkat Kerja dengan Menggunakan MRT Jakarta?

1. Tidak ada lagi angkutan umum berusia di atas 10 tahun 

kualitas udara
Angkutan umum berusia di atas 10 tahun akan diremajakan. (Shutterstock)

Jurus pertama Gubernur Anies Baswedan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta adalah melarang pengoperasian angkutan umum yang telah berumur lebih dari 10 tahun. 

Instruksi ini ditujukan langsung untuk Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar segera melakukan peremajaan 10.047 armada bus. Selain itu, bus tersebut juga diminta untuk diintegrasikan ke Jak Lingko tahun 2020. 

Sebagai informasi, Jak Lingko merupakan program yang diluncurkan di masa pemerintahan Anies-Sandi, berupa pemberlakukan satu harga untuk beberapa layanan transportasi yang terkoneksi. Selain itu, uji emisi juga harus dilakukan dengan ketat di tahun 2019 ini. 

Baca juga: Polusi di Jakarta Berbahaya! Lakukan 5 Hal Murah Ini untuk Menguranginya

2. Perluasan ganjil genap di musim kemarau 

kualitas udara
Rambu ganjil genap di sebuah ruas jalan. (Shutterstock)

Salah satu penyebab polusi di Jakarta semakin parah adalah musim kemarau yang berkepanjangan. Menanggapi hal ini, Anies Baswedan meminta Kadishub untuk melakukan perluasan kebijakan ganjil genap selama musim kemarau. 

Selain itu, demi meningkatkan partisipasi kesadaran warga dalam membatasi penggunaan kendaraan pribadi, Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan tarif parkir. Harapannya sih kalau parkir mahal, warga jadi pada naik angkutan umum. 

Baca juga: Bukan Cuma soal Kesehatan, Polusi Juga Mengancam Perekonomian Jakarta

3. Kendaraan berusia lebih dari 10 tahun dilarang masuk Jakarta

kualitas udara
Kendaraan berusia di atas 10 tahun dilarang masuk Jakarta. (Shutterstock)

Nah jurus yang satu ini mungkin akan sedikit memberatkan warga, tapi tujuannya mulia kok, untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Jadi, Anies dan Dishub DKI bakal mempersiapkan peraturan daerah tentang pembatasan usia kendaraan di DKI Jakarta. Nantinya, tahun 2025, tidak ada lagi mobil pribadi di atas 10 tahun masuk ke jalanan Ibu Kota. 

Kemudian nantinya, seluruh kendaraan pribadi wajib melakukan uji emisi untuk mendapatkan surat izin operasional di Jakarta. 

4. Meningkatkan fasilitas trotoar 

kualitas udara
Fungsi trotoar akan ditingkatkan. (Shutterstock)

Guna mendorong kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, Pemprov juga akan meningkatkan fasilitas pejalan kaki. Salah satunya adalah dengan memperbaiki kelayakan trotoar di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota. 

Selama proses pembangunan, Dishub diminta untuk melakukan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran. 

5. Pengendalian asap pabrik 

kualitas udara
Pabrik-pabrik akan dipantau. (Shutterstock)

Salah satu penyumbang buruknya kualitas udara adalah asap pabrik. Nah di Jakarta ternyata masih terdapat pabrik-pabrik yang pembuangan limbah asapnya tidak terkontrol. 

Di tahun ini, mereka bakalan diawasi dengan sangat ketat oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Selama enam bulan ke depan, DLH bakal melakukan pengecekan dan pengukuran emisi ke seluruh cerobong industri aktif. 

6.  Mengoptimalkan penghijauan 

kualitas udara
Penghijauan akan digalakkan. (Shutterstock)

Di setiap sudut sarana dan prasarana publik di DKI Jakarta nantinya bakal ditanami tanaman berdaya serap polutan tinggi. Di sekolah-sekolah dan prasarana olahraga seperti GOR juga bakal ditanami tanaman-tanaman serupa. Upaya ini akan dilaksanakan sesegera mungkin di tahun 2019. 

7. Mengurangi penggunaan listrik dari fosil 

kualitas udara
Penggunaan listrik dari fosil akan dikurangi. (Shutterstock)

Penggunaan listrik yang berasal dari fosil atau yang biasa dikenal batu bara juga turut berkontribusi terhadap buruknya kualitas udara. Oleh karenanya, Anies meminta agar seluruh fasilitas publik, entah itu sekolah, gedung-gedung pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, sarana olahraga, semuanya harus menggunakan listrik dari tenaga surya. Pemasangan solar panel pun akan dilakukan di tahun 2019 ini. 

Itulah tujuh jurus Pemprov DKI Jakarta untuk mengembalikkan kualitas udara. Tapi, sebagai warga, kita jangan cuma mengandalkan peraturan Pemprov saja. Kamu juga harus berkontribusi dengan berbagai cara. Misalnya saja dengan rutin naik kendaraan umum, menghemat energi, dan tidak merokok di sembarang tempat. (Editor: Ruben Setiawan)