Ini Tarif Pajak Penghasilan untuk yang Punya NPWP dan Tidak

Gak sedikit orang yang masih bingung berapa tarik pajak penghasilan yang dipotong setiap bulan. Tahunya setiap bulan dapat gaji bersih yang sudah dipotong dari pajak.

Padahal nih, setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan atau wajib pajak diharuskan membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya.

Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan lho. Jadi kalau mangkir, siap-siap deh kena sanksi.

Nah, tarif pajak penghasilan yang harus dipotong setiap bulan dibedakan antara yang punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan yang tidak memiliki NPWP.

[Baca: Kartu NPWP Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya]

Tapi sebelum mengetahui kisaran tarif pajak penghasilan untuk pemilik dan bukan pemilik NPWP, kamu perlu memahami dulu soal PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Mengapa? Soalnya ini akan berpengaruh dengan jumlah pajak yang akan kamu bayar.

PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenai pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Jadi, wajib pajak yang penghasilannya di bawah batas PTKP tidak perlu membayar pajak penghasilan.

Tarif penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

tarif penghasilan tidak kena pajak (beritapetang)

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Tanya Pajak: Gaji di atas Rp 8,4 juta, Hitung Pajak Penghasilan di Sini! Gaji Dipotong Pajak Lebih Besar Gara-Gara NPWP Suami dan Istri Beda? Ketahui Dulu Perhitungannya Tanya Pajak: Gaji Rp 4,3 – Rp 8,3 Juta, Cari Tahu tentang Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Sini! Seperti Ini Faktur Pajak yang Wajib Dibuat Pengusaha Kalau Gak Mau Kena Sanksi Selain PPh dan PPN, Ini Jenis-Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia