Investasi di Indonesia, Ini 4 Fakta Perusahaan Migas ADNOC yang Nilainya Rp 124 T

Kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia ternyata membawa untung. Pasalnya, Sang Putra Mahkota menyatakan kesediaannya buat berinvestasi di Indonesia. Rencananya nih perusahaan migas Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) bakal membangun gudang LPG sebagai salah satu wujud investasinya.

Sebenarnya, ada tiga bentuk investasi yang disepakati sebagai kerja sama business to business. Nilai ketiga bentuk investasi itu sendiri dikabarkan mencapai US$ 9,7 miliar atau sekitar Rp 136 triliun.

Keinginan Uni Emirat Arab berinvestasi di Indonesia tentu aja membawa kabar baik. Apalagi ada dampak positif yang diperoleh dari pembangunan gudang LPG oleh perusahaan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).

Asal tahu aja nih, Indonesia menjadi salah satu negara yang berlangganan gas alias impor gas dari Uni Emirat Arab. Nilai impornya gak tanggung-tanggung. Tercatat nilai impor gas dari Abu Dhabi mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 27,97 triliun.

Ngomong-ngomong soal pembangunan gudang LPG tersebut, ternyata ada beberapa fakta menarik nih dari perusahaan migas ADNOC yang mau bangun gudang tersebut. Seperti apa fakta-faktanya? Yuk, disimak.

Baca juga: Masih Impor Migas, Apakah Indonesia Masuk Negara Pengimpor Terbesar di Dunia?

1. Perusahaan migas ADNOC merupakan perusahaan milik negara alias BUMN

perusahaan migas
Penambangan lepas pantai ADNOC. (adnoc.ae)

Dibangun pada tahun 1971, perusahaan migas Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) ternyata berstatus sebagai perusahaan milik negara alias BUMN. ADNOC diketahui memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia.

Kebanyakan cadangan minyak dikuasai ADNOC berlokasi di ibu kota Uni Emirat Arab, yaitu Abu Dhabi. Menurut perhitungan, cadangan minyak milik ADNOC mencapai 97,8 miliar barel. Wajar aja kalau ADNOC masuk ke dalam daftar perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Baca juga: 15 Negara Pengekspor Minyak yang Cetak Ribuan Triliun Rupiah, Ada Indonesia?

2. Didirikan mantan Presiden UEA Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan

perusahaan migas
Foto mantan Presiden UEA Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. (Shutterstock)

Almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan yang merupakan mantan Presiden UEA turut andil dalam berdirinya perusahan migas ADNOC. Sebagai informasi, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan ayah dari Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Di perusahaan migas yang didirikan ayahnya tersebut, Mohammed bin Zayed Al Nahyan berstatus sebagai Vice Chairman of the Supreme Petroleum Council. Sementara itu, posisi CEO dijabat Sultan Ahmed Al Jaber.

Baca juga: Negara-Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia, Indonesia Ada Gak?

3. Diklaim sebagai perusahaan migas terbesar di dunia dengan pendapatan ratusan triliun rupiah

perusahaan migas
Rapat ADNOC. (Twitter/@AdnocGroup)

Seperti yang udah disebutkan di atas, ADNOC masuk ke dalam daftar perusahaan migas terbesar di dunia karena memiliki cadangan minyak yang besar. Cadangan minyak yang besar ini masih ditambah dengan volume produksi minyak yang diklaim sebesar tiga juta barel per hari.

Dengan semua pencapaian tersebut, ADNOC menduduki peringkat ke-12 sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. Informasinya nih, revenue atau pendapatan yang dicetak ADNOC pada 2014 mencapai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 838 triliun.

4. Dinobatkan sebagai perusahaan dengan merek dagang bernilai tinggi di kawasan Timur Tengah

perusahaan migas
Perusahaan dengan merek dagang bernilai tinggi. (Twitter/@AdnocGroup)

Bukan cuma menjadi salah satu perusahaan migas terbesar di dunia, ADNOC juga dinobatkan sebagai merek dagang bernilai tinggi di kawasan Timur Tengah. Informasi ini disampaikan Brand Finance dalam Brand Finance Global 500 report.

Dalam laporan tersebut, nilai merek atau brand value ADNOC mencapai US$ 8,9 miliar atau sekitar Rp 124 triliun. Karena nilainya yang tinggi itulah, ADNOC menjadi merek dagang paling berharga di Timur Tengah.

Itu tadi keempat fakta seputar perusahaan migas ADNOC yang menanamkan modalnya di Indonesia. Gak disangka, perusahaan asal Abu Dhabi ini merupakan perusahaan terbesar sekaligus perusahaan ternama di Timur Tengah! (Editor: Ruben Setiawan)