Jagonya Ayam! Kisah Colonel Sanders Meracik Resep Rahasia KFC yang Mendunia

Harland Sanders atau yang lebih dikenal sebagai Colonel Sanders merupakan pendiri dari KFC. Ketenaran restoran cepat saji besutan Colonel Sanders ini emang gak ada lawannya buat urusan ayam goreng, KFC.

Gaya hidup yang serba instan di Indonesia membuat restoran cepat saji menjadi incaran banyak orang ketika kelaparan. Salah satu merek fast food yang pasti kamu ketahui adalah Kentucky Fried Chicken atau sering disebut KFC.

Selain cepat, rasa ayam yang disajikan juga bikin kita ketagihan. Tapi tahukah kamu kisah hidup pendirinya yakni Colonel Sanders sampai bisa meracik bumbu rahasianya?

Memiliki nama asli Harland David Sanders, pria yang lahir pada tanggal 9 September 1890 di Indiana, Amerika Serikat ini merupakan anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Wilbert David Sanders dan Margaret Ann Sanders.

Keluarga Sanders hidup dengan cara yang sederhana, ayahnya bekerja sebagai petani di ladang milikinya. Sedangkan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga yang terbilang cukup keras mendidik anak-anaknya.

Namun kisah hidup Colonel Sanders gak dijalani dengan gampang gitu aja. Ada beberapa momen yang harus ia lalui seperti berikut ini:

Baca juga: Selain Eka Tjipta Widjaja, Ini 5 Pengusaha Sukses yang Dulunya Cuma Imigran

Menjadi tulang punggung keluarga di usia 6 tahun

Colonel Sanders
Sosok Sanders di usianya yang masih muda, (Grunge.com).

Dikutip dari Biography, memasuki umurnya yang keenam, Harland David Sanders harus ditinggal oleh sang ayah yang meninggal pada tahun 1895. Kejadian itu memukul seluruh anggota keluarganya karena gak ada lagi yang bisa menafkahi mereka.

Karena gak ada jalan lain Margaret Ann memutuskan buat bekerja di sebuah pabrik pengalengan tomat dekat rumahnya. Buat urusan rumah diserahkan ke pria berzodiak Virgo ini yang harus membuat dan menyuapi makanan kedua adiknya.

Selama beberapa tahun Colonel Sanders melakukan rutinitas itu membuat dirinya mulai terbiasa meracik bahan-bahan pokok yang ada di dapur. Nah, disinilah mungkin bakat memasaknya mulai muncul.

Baca juga: Semakin Banyak! 2 Miliar Pengguna YouTube Nonton Video Setiap Bulannya

Menjalani masa mudanya dengan berganti-ganti pekerjaan

Colonel Sanders
Salah satu menu KFC yang begitu populer di seluruh dunia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ketika memasuki usia 16 tahun Colonel remaja memutuskan untuk pindah ke Alabama, Amerika Serikat, buat tinggal bersama pamannya dan memulai karier sebagai ahli listrik mobil di sebuah showroom tempat pamannya bekerja.

Belum sampai setahun ia memilih buat mencoba peruntungannya di militer Amerika Serikat menjadi seorang penunggang kuda yang membawa barang logistik ataupun penumpang. Tapi sayangnya harus diberhentikan dengan hormat.

Sampai pada umur 40 tahun Sanders mencoba banyak pekerjaan lainnya seperti pandai besi, pemadam kebakaran, bahkan sampai sales asuransi pernah ia lakoni demi mendapatkan uang. Namun sayang ceritanya selalu berujung pahit.

Baca juga: Dulunya Buruh Pabrik, 4 Miliarder Dunia Ini Sukses Hasilkan Cuan Triliunan Rupiah

Mendapat gelar Colonel oleh pemerintah kota Kentucky

Colonel Sanders
Senyum dan rambut serta janggutnya yang putih emang begitu ikonik bagi lambang KFC, (Businessinsider.com).

Pada tahun 1930, Colonel membuka restoran ayam cepat saji di sebuah SPBU kawasan Kentucky, Amerika Serikat. Awalnya restoran itu cukup ramai dikunjungi oleh para pengunjung yang melewati dearah tersebut.

Saking terkenalnya, di tahun 1935 Harland David Sanders diberi gelar Colonel kota Kentucky oleh gubernur setempat Ruby Laffoon. Yang membuatnya dikenal sampai hari ini dengan nama Colonel Sanders.

Lahirnya Kentucky Fried Chicken

Colonel Sanders
Salah satu menu KFC yang begitu banyak digemari oleh umat manusia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Setelah usahanya tersebut tutup karena pernah terbakar dan Perang Dunia II, Colonel Sanders berusaha buat membuat franchise resep rahasinya. Dia berkunjung dari negara bagian satu ke negara bagian lainnya yang jaraknya jauh banget.

Akhirnya Sanders bertemu dengan seorang Pete Harman pebisnis asal Salt Lake City yang mau membeli resep rahasianya. Toko pertama Kentucky Fried Chicken berdiri tanggal 24 September 1952.

Setelah berjalan selama beberapa tahun KFC menjadi booming dan udah memiliki 600 outlet. Keuntungannya juga gede banget, malah seorang investor menawarkan buat memberikan modal sebesar US$ 2 juta atau senilai Rp 28 miliar kepadanya.

Tahun 1966 Kentucky Fried Chicken menjadi perusahaan publik dan mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange pada 1969. Setelah beberapa kali berpindah kepemilikan di pasar saham, akhirnya KFC diakuisisi oleh PepsiCo Inc sekitar US$ 284 juta atau sekitar Rp 4 triliun tahun 1986.

Melakukan ekspansi ke seluruh dunia

Colonel Sanders
Resep ayam goreng Sanders sangat mendunia bahkan kini outletnya ada di seluruh dunia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Bukan hanya menjual ayam goreng dengan bumbu rahasia, kini KFC udah menjual berbagai macam menu lainnya seperti kentang goreng, hamburger dan es krim yang gak kalah lezat.

Tecatat ada 22.000 outlet ritel KFC yang tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan memperkerjakan lebih dari 100.000 karyawan. Keuntungannya juga fantastis mencapai  US$ 23 miliar atau setara Rp 327 triliun.

Meninggal karena penyakit Pneumonia

Colonel Sanders
Sang maestro ayam goreng ini meninggal di usia 90 tahun akibat penyakit Pneumonia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Menjelang usianya yang menginjak 90 tahun, Colonel Sanders sering mengunjungi beberapa outlet KFC untuk sekedar membeli dan melihat hasil keringat masa mudanya dulu.

Di saat yang bersamaan Sanders juga harus bertarung melawan penyakit yang menyerang paru-parunya yakni Pneumonia. Pada tanggal 16 Desember 1980, dirinya menghembuskan napas terakhirnya di kota Louisville, Kentucky, tempat di mana Colonel menghabiskan sebagian waktunya buat menggoreng ayam dengan resep rahasia yang melambungkan namanya.

Nah, itu dia kisah mengenai Colonel Sanders yang mendirikan Kentucky Fried Chicken lebih dari 60 tahun yang lalu. Gimana, udah terinspirasi belum dengan ceritanya? Semoga kamu bisa menjadi tokoh sukses lainnya ya! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)