Kalah Pamor! BlackBerry Messenger Menyudahi Takhtanya Tahun Ini

Ping!!! Begitu ingatan kita saat menggunakan layanan pesan BBM. Buat yang pernah memiliki smartphone Blackberry pasti tahu gimana asiknya menggunakan aplikasi pesan singkat gratis BlackBerry Messenger. Hampir setiap orang yang baru kita kenal pasti menanyakan pin BBM, bukan lagi nomor handphone.

Namun sayangnya, ingatan kita mengenai BBM bakal terhenti begitu aja. Pasalnya layanan pesan ini gak bakal lagi terulang karena aplikasi tersebut mengumumkan menyudahi kiprahnya di dunia layanan pesan daring. Terhitung 31 Mei 2019 nanti layanan BBM udah gak beroperasi lagi nih.

Ya, kalau bisa dibilang kala itu pamor BBM emang begitu dielu-elukan banyak penggunanya. Bahkan jutaan pengguna begitu romantisnya dengan layanan pesan yang satu ini. Setiap detik, menit dan jam, jutaan pengguna gak pernah berpaling dari BBM, betul gak?

Menurut penjelasan dari blog resmi BlackBerry Messenger, tertulis bahwa salah satu faktor kenapa mereka memutuskan untuk menghentikan operasionalnya pada Mei 2019 karena para penggunanya mulai berpindah ke platform lain. Sementara pengguna baru sulit didapatkan.

Selain karena pengguna yang semakin sedikit, satu faktor lainnya yang disebutkan berkontribusi atas tutupnya BlackBerry Messenger  tersebut adalah industri teknologi yang semakin dinamis. Mirip seperti jejaring sosial Path yang beberapa waktu lalu juga menutup aktivitasnya lantaran perkembangan dunia teknologi sosial media yang begitu cepat dan mereka gak bisa mengikutinya.

Padahal di tahun 2011 tercatat keuntungan BlackBerry mencapai US$ 19,9 miliar atau sekitar Rp 279 triliun di mana BBM berkontribusi besar atas angka tersebut dan ada lebih dari 90 juta pengguna aktif setiap harinya. Sayangnya semenjak tahun tersebut keuntungan mereka semakin merosot.

Alasan tersebut sebetulnya gak terlalu bikin kaget jika melihat popularitas BBM emang sedikit kalah dengan aplikasi pesan singkat gratis lainnya yang sejenis seperti WhatsApp, LINE dan WeChat di mana sampai hari ini masih tetap eksis digunakan masyarakat.

Dikutip dari USA Today, semenjak tahun 2016, BBM berada di bawah naungan Creative Media Networks. Salah satu divisi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau dikenal dengan EMTEK yang memiliki stasiun televisi Indosiar, SCTV dan O Channel.

Baca juga: 6 Rumah Artis dengan Harga Fantastis, Dijamin Bikin Melongo!

Ini penyebabnya kenapa BlackBerry Messenger menyudahi perjalanan cintanya dengan penggunanya!

Bulan Mei 2019, BBM menyudahi perjalanan cintanya dengan jutaan pengguna, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sampai nanti di hari penutupannya, segala fasilitas pesan BBM akan berjalan dengan normal seperti biasanya. Namun para pengguna disarankan buat melakukan back up data beberapa hari sebelumnya agar segala file yang tersimpan bisa dipindahkan ke media penyimpanan smartphone pribadi.

Baca juga: Mau Beli Tiket Mudik Lebaran? Traveloka Gelar Diskon Hingga 80 Persen

Ini pesan perpisahan BBM buat penggunanya di Indonesia

Kalah pamor dengan platform lainnya, BBM akhirnya menyerah dengan keadaan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ketika hari penutupannya datang, segala fasilitas yang ada dalam BBM akan segera dimatikan seperti channels, feeds dan data yang tersimpan dalam server BlackBerry. Butuh waktu sekitar 7 hari buat melakukan semua hal itu. Sedangkan buat menghapus data infrastruktur komputasi awan mereka memerlukan waktu sampai 180 hari.

“Kami mengucapkan terima kasih pada para pengguna, mitra, dan karyawan kami yang telah menjadi bagian dari BBM selama ini. Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Kami harap Anda akan terus mengenang berbagai memori indah bersama BlackBerry Messenger yang telah turut membentuk masa depan platform pesan instan hingga hari ini,” tutup isi pesan tersebut.

Nah, itu alasan kenapa BlackBerry Messenger menyudahi perjalanan cintanya dengan jutaan pengguna layanan pesan online di dunia. Gak heran saat ini banyak orang yang mulai beralih menggunakan layanan pesan begitu populer ketimbang BBM. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Phasellus cursus rutrum est nec suscipit. Ut et ultrices nisi. Vivamus id nisl ligula. Nulla sed iaculis ipsum.

Contact

Company Name

Address