Keponakan Prabowo Utang Miliaran Rupiah, Rahayu Ternyata Miliki Toyota Alphard dan Kekayaan Rp 19 M!

Rahayu Saraswati adalah salah satu kader Gerindra yang wajahnya udah familiar dengan masyarakat Indonesia. Dalam beberapa kesempatan di TV, dia sempat beradu argumen dengan lawan politiknya tentang kebijakan pemerintah. Selain parasnya yang cantik dan ayu, keponakan dari Prabowo ini ternyata memiliki harta kekayaan yang terbilang banyak mencapai Rp 19 miliaran lho. 

Belakangan wajahnya kembali jadi buruan media terkait dengan isu pencatutan namanya di gugatan terhadap Dewan Pembina Partai dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya tidak menggugat dan baru tau ada gugatan ini setelah keluar isunya. Sudah ditarik,” terangnya pada tanggal 16 Juli 2019 lalu, mengutip dari Liputan 6.

Selain karier di politik wanita kelahiran 27 Januari 1986 di Jakarta ini juga sempat terjun ke dunia hiburan Tanah Air dengan membintangi film Merah Putih pada tahun 2009 kemarin.

Dari hasil usaha Rahayu Saraswati tersebut selama ini ia ternyata berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai Rp 19 miliaran. Berikut adalah daftar asetnya berdasarkan data LHKPN KPK tahun 2018.

Rahayu Saraswati memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 14,6 miliaran

Tanah Ilustrasi (Shutterstock).

Aset pertama yang dimiliki oleh wanita berzodiak Aquarius ini adalah tanah dan bangunan yang jumlahnya mencapai 11 unit.

Tanah Seluas 200 m2 di BOGOR HIBAH TANPA AKTA Rp 38.400.000
Tanah dan Bangunan Seluas 217 m2/278 m2 di KOTA JAKARTA TIMUR HIBAH TANPA AKTA Rp 1.754.641.000
Tanah dan Bangunan Seluas 242 m2/200 m2 di KOTA JAKARTA PUSAT HIBAH TANPA AKTA Rp 3.345.750.000
Tanah Seluas 149 m2 di BANDUNG HIBAH TANPA AKTA Rp 102.886.000
Tanah Seluas 350 m2 di BANDUNG HIBAH TANPA AKTA Rp 57.172.000
Tanah Seluas 1095 m2 di KEBUMEN HIBAH TANPA AKTA Rp 38.340.000
Tanah dan Bangunan Seluas 146 m2/120 m2 di KEBUMEN HIBAH TANPA AKTA Rp 64.212.000
Tanah dan Bangunan Seluas 121 m2/121 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN HASIL SENDIRI Rp 2.590.820.000
Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/80 m2 di BEKASI HIBAH TANPA AKTA Rp 218.720.000
Tanah dan Bangunan Seluas 271 m2/190 m2 di KOTA JAKARTA PUSAT HIBAH TANPA AKTA Rp 6.286.188.000
Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/65 m2 di BEKASI HIBAH TANPA AKTA Rp 123.695.000

 

Dari tabel tersebut terlihat bahwa tanah milik Rahayu Saraswati yang berada di Jakarta Pusat jadi yang paling mahal. Jika dijumlahkan semua maka yang didapatkan adalah Rp 14.620.824.000.

Alat transportasi dan mesin sebesar Rp 960 juta

Kendaraan Ilustrasi (Shutterstock).

Setelah tanah dan bangunan ada alat transportasi serta mesin yang jumlahnya hampir menyentuh angka miliaran. Berikut adalah daftar kendaraan milik Rahayu Saraswati.

  • Mobil, TOYOTA ALPHARD MINIBUS Tahun 2011, HIBAH DENGAN AKTA Rp 380.000.000
  • Mobil, TOYOTA FORTUNER JEEP Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp 230.000.000
  • Mobil, TOYOTA LEXUS JEEP Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000

Ketiga mobil tersebut bila dijumlahkan nilainya mencapai Rp 960 juta.

Harta bergerak, surat berharga dan kas atau setara kas menyentuh Rp 5,6 miliaran

Harta bergerak Ilustrasi (Shutterstock).

Terakhir ada harta bergerak, surat berharga dan kas atau setara kas yang gak ketinggalan untuk dimasukkan ke dalam LHKPN.

Untuk harta bergerak Rahayu Saraswati berjumlah Rp 200 juta. Selanjutnya surat berharga sebanyak Rp 1.590.000.000. Dan kas atau setara kas yang bisa berupa duit tunai serta uang elektronik mencapai Rp 3.819.366.398.

Bila ditambahkan semua makan nilainya ditaksir sebesar Rp 5.609.366.398.

Utang Rahayu Saraswati sampai Rp 2,1 miliaran

Utang mencapai Rp 2,1 M (Shutterstock).

Yang gak boleh ketinggalan adalah utang. Walaupun memberatkan bagi orang yang memilikinya tetapi kewajiban ini harus tetap dilaporkan.

Kader Gerindra berumur 33 tahun ini ternyata memiliki utang sampai Rp 2.167.748.393. Angka yang cukup banyak untuk membeli suatu barang atau keperluan lainnya.

Dengan demikian total harta dari Rahayu Saraswati termasuk utang adalah Rp 19.022.442.005. Nominal yang lumayan banyak, bukan? (Editor: Winda Destiana Putri).