Lulusan UI Tolak Gaji Rp 8 Juta? 4 Alumni UI Ini Justru Bangun Karier dari Nol dan Sukses

Universitas Indonesia alias UI mendadak jadi perbincangan usai munculnya posting-an Instagram kontroversial dari lulusan kampus unggulan Tanah Air itu yang menolak digaji Rp 8 juta. 

Menanggapi hal ini, Universitas Indonesia langsung mengeluarkan posting-an di feeds dengan tagar #lulusanUI #gaji8juta. 

Universitas Indonesia
Lulusan Universitas Indonesia yang menolak digaji Rp 8 juta (Instagram/@univ_indonesia)

Dalam caption-nya, mereka menegaskan kembali bahwa, untuk dapat bersaing di dunia professional, bukan hanya memerlukan kemampuan akademik yang tinggi, namun juga keahlian dan karakter yang baik.”

Kira-kira siapa saja sih selebriti sukses yang dulunya lulusan Universitas Indonesia dan sempat berjuang dari nol di dunia karier. Yuk, simak ulasannya di bawah sini:

1. Najwa Shihab

Universitas Indonesia
Najwa Shihab lulusan Universitas Indonesia (Instagram/@najwashihab)

Perempuan satu ini sudah masuk ke dalam daftar perempuan paling dikagumi lho versi situs YouGov.co.uk. Pembawa berita satu ini merupakan salah seorang yang sangat menginspirasi banyak orang.

Najwa merupakan lulusan Fakultas Hukum UI tahun 2000. Wanita kelahiran Makassar ini juga terkenal dengan sikapnya yang selalu keluar dari zona nyaman di kariernya.

Meski lulus di kampus ternama dan pernah magang di RCTI, putri Quraish Shihab ini merintis kariernya sebagai seorang reporter di Metro TV. Setelah lama jadi reporter, dia menjadi News Anchor, hingga akhirnya jadi asisten produser dan produser.

Alhasil, wanita berdarah Arab inipun berhasil jadi salah satu jurnalis terbaik di perusahaan media besar tersebut. 

Usai menyelesaikan pendidikan S2-nya di Melbourne Law School, dia kembali ke Indonesia dan memandu program berjudul “Mata Najwa” yang akhirnya menjadi kendaraannya menuju sukses di masa depan. 

Alhasil, Najwa meninggalkan Metro TV yang telah membesarkan namanya. Namun, “Mata Najwa” malah akhirnya disiarkan di Trans7. Dan sekarang, dia merintis Narasi TV, sebuah perusahaan media baru. 

Saat baru didirikan, stasiun televisi itu mengandalkan platform YouTube. Dan kantornya juga kecil, sementara itu foundernya juga cuma tiga orang. 

Najwa saja yang lulusan Universitas Indonesia gak lantas bergaji besar ketika baru kerja. Dia justru memulai dari nol hingga jadi seperti ini! 

Baca juga: Wow! Harga Pakaian Mahasiswa UPH buat Ngampus Rata-Rata Rp 7 Jutaan

2. Sri Mulyani

universitas indonesia
Sri Mulyani lulusan Universitas Indonesia (Instagram/@smindrawati)

Sosok Menteri Keuangan Republik Indonesia ini juga merupakan seorang lulusan Fakultas Ekonomi UI. Sebelum duduk di pemerintahan, dia adalah seorang ekonom yang sering tampil di seminar dan jadi narasumber media.

Sejak kecil, putri dari pasangan almarhum Profesor Satmoko dan almarhum Profesor Dr Retno Sriningsih Satmoko ini dianjurkan menjadi dokter, insinyur, maupun dosen. Alasannya agar bisa berguna bagi masyarakat. Eh, sekarang malah jadi menteri!

Sekembalinya dari pendidikan S2-nya di luar negeri (University of lllinois Urbana Champaign), Sri Mulyani memang sempat menjalani profesi sebagai dosen di FE-UI. 

Sekaligus, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).

Namun, di tahun 2002, dia bekerja sebagai Konsultan USAID di Amerika Serikat, sebelum akhirnya menjadi Direktur Eksekutif IMF yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Hebat ya!

Ketika terjadi perombakan kabinet Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani didapuk menjadi Menteri Keuangan. Menggantikan Yusuf Anwar, untuk periode 2005 hingga 2010.

Di tahun 2010, dia justru pindah ke Bank Dunia dan mengemban jabatan sebagai Direktur Pelaksana. Pengunduran dirinya menyebabkan guncangan di bursa saham Indonesia lho.

Akan tetapi, di tahun 2016, alumni Universitas Indonesia ini kembali ke kursi Menteri Keuangan RI. Dia pun menggagas program tax amnesty, dan dianugerahi penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia 2017 oleh majalah Finance Asia.

3. Andrea Hirata

universitas indonesia
Andrea Hirata lulusan Universitas Indonesia (Instagram/@hirataandrea)

Masih ingat cerita tentang “Laskar Pelangi”? Cerita itu lahir dari seorang pria yang kerap disebut merevolusi dunia sastra Indonesia. 

Pria satu ini lahir dari keluarga miskin di Belitung yang kabarnya sudah berganti nama sebanyak tujuh kali. Dia tinggal di wilayah yang gak jauh dari tambang timah milik pemerintah, PN Timas yang saat ini bernama PT Timah Tbk, (TINS).

Hirata merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bidang studi itu dia ambil meski dirinya lebih menyukai sains fisika, kimia, astronomi, dan tentunya sastra.

Singkat cerita, Hirata berhasil melanjutkan studinya di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Dan setelah itu dia menjadi pegawai di PT Telkom di Surabaya.

Hingga akhirnya, dia berhasil menciptakan karya yang terjual sebanyak jutaan eksemplar. Novel Laskar Pelangi, juga dijual di 77 negara dengan belasan bahasa.

Novel ini ditulis dalam waktu enam bulan berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitung. Saking populernya, cerita ini pun difilmkan. 

Sebagai penulis top, Hirata menjadi Pemenang BuchAwards Jerman 2013, Festival Buku New York 2013 (general fiction category), dan mendapat gelar Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015.

4. Prof. Dorojatun Kuntjoro-Jakti PhD

Universitas Indonesia
Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakti Ph.D. lulusan Universitas Indonesia (feb.ui.ac.id)

Mungkin kamu semua gak familiar dengan beliau. Pria ini adalah Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. 

Dan sekarang, dia menjabat sebagai Komisaris Utama Bank BTPN, Komisaris Independen pada perusahaan Asuransi AIA Indonesia dan PT. Hero Supermarket, serta Wakil Presiden Komisaris pada PT. Maxim Mitra Global. Wow, banyak banget!

Pria asal Rangkasbitung ini adalah lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang lulus dengan gelar Doctorandus Ekonomi. Spesialisasi ilmunya memang berkutat pada moneter dan keuangan negara.

Setelah lulus, dia dapat beasiswa untuk melanjutkan studi di University of California Berkeley (UCB), AS, dan memperoleh gelar MA (Financial Administration) dan berstatus PhD Candidate.

Karier pertama Dorojatun dimulai saat masih duduk di bangku kuliah sebagai asisten dosen. Berkat keunggulannya di bidang pendidikan dan ekonomi, dia pun bisa jadi guru besar di kampus Universitas Indonesia tahun 1993. 

Di tahun 1998, dia diangkat menjadi Dubes RI Luar Biasa untuk Negeri Paman Sam. Dia pun merangkap jabatan sebagai Duta Besar LBBP Commonwealth of Dominica, St. Vincent & the Grenadines, St. Lucia serta Republik Grenada, yang kesemuanya berada di wilayah Laut Karibia.

Saat Indonesia dipimpin Gusdur, Dorodjatun sempat ditawari jabatan Menko Perekonomian, namun menolak. Namun akhirnya, saat Megawati naik ke kursi presiden, dia diangkat menjadi Menteri Koordinator Perekonomian RI.

Itulah deretan alumni Universitas Indonesia yang memulai kariernya dari nol hingga sukses seperti saat ini. Menyikapi masalah gaji Rp 8 jutaan, komponen utama kesuksesan di dunia karier itu bukan gaji melainkan perjuangan dan passionnya.

Kalau dipikir-pikir, empat orang ini menjalani profesi dengan gaji yang gak gede-gede amat saat baru lulus. Tapi sekarang?

Intinya gaji pertama boleh saja kecil, tapi kalau sudah sukses nanti, kekayaan bisa menyentuh miliaran rupiah. (Editor: Chaerunnisa)