Mampu Jawab 5 Pertanyaan Ini, Itu Tandanya Kamu Siap Buka Usaha dan Sukses

Sebagian besar orang tentu bercita-cita ingin buka usaha dan berhenti dari pekerjaannya. Namun gak sedikit dari mereka juga yang batal berbisnis karena memang belum siap.

Berbisnis bukan cuma bisa bikin kita makmur. Kaya tujuh turunan pun bisa terwujud jika kita berhasil.

Gak sedikit pakar selalu bilang bahwa kalau mau berbisnis mentalnya harus siap. Dalam artian, siap melihat kerugian atau mengalami kegagalan sekalipun.

Lantas dari mana kita bisa menentukan siap atau tidaknya kita dalam berbisnis? Apakah dari mengira-ngira saja? Atau bagaimana?

Di bawah ini, MoneySmart bakal memberikanmu lima buah pertanyaan yang harus kamu jawab jika memang pengin buka usaha. Kalau lima-limanya sudah bisa dijawab, fix deh kamu sudah siap terjun ke dunia usaha dan sukses di sana. 

Baca juga: Mau Mulai Usaha? Ini 4 Cara Biar Tetap Langgeng Sama Pasangan

1. Apa yang mau dijual? Barang atau jasa?

Mau jual barang atau jasa? (Pixabay)

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling mendasar bagi yang mau buka usaha. Mau jualan apa? Barang atau jasa?

Ketika jawabannya adalah barang, maka modalnya tentu jauh lebih banyak ketimbang jasa. Apalagi kalau barang yang kamu jual harus kamu produksi sendiri.

Sementara itu jika yang kamu jual adalah jasa, selamat deh usaha ini “mungkin” bisa dibuka tanpa modal sekalipun. Namun tantangannya adalah, bisnis jasa memang cenderung mengandalkan profesionalitas. Mana ada jasa yang bisa di retur kayak barang?

Baca juga: Mau Mulai Usaha dengan Modal Ngutang? Ini Untung Ruginya

2. Berapa orang yang kamu libatkan dalam usaha ini?

Mau dikerjain sendiri atau bareng-bareng? (Pixabay)

Kira-kira, berapa orang yang bakal kamu ajak ketika ingin buka usaha? Apakah itu 10 orang? Lima orang? Tiga orang? atau sendirian saja?

Jika bisnismu adalah bisnis jasa, tentunya makin seru kalau orangnya cuma sedikit. Atau sekalian saja, sendirian. Kamu bisa menciptakan pola bisnismu sendiri.

Namun jika bisnis itu menyangkut kegiatan produksi barang, otomatis harus ada tim. Harus ada yang bertanggung jawab dalam proses produksi, pemasaran atau marketing, dan penjualan. 

Tapi bukannya ada ya orang yang sanggup multitasking? Dia pegang produksi, marketing, hingga jualan sekalian. 

Jawabannya ya ada, tapi gak semua orang punya kemampuan seperti ini. Mereka yang bertugas di bidang produksi tentu harus detail dalam urusan kualitas. Sementara itu, yang tugasnya di pemasaran harus kreatif dalam membuat materi promosi, sedangkan yang tugasnya jualan harus agresif dalam mencari calon konsumen.

Baca juga: 5 Pengusaha Sukses Keturunan Tionghoa Ini Memulai Usaha dari Nol

3. Di mana kamu mau buka usaha?

Udah punya tempat khusus atau cukup di rumah aja? (Pixabay)

Nah, pertanyaan ini juga gak kalah penting. Lokasi usahanya mau di mana? Apakah di rumah saja atau harus sewa tempat lain untuk operasional?

Jika memang di rumah, tentu beban biaya terbesarnya adalah listrik dan internet. Namun jika harus sewa ruko ya jelas ada biaya sewanya selain listrik, internet, dan kebersihan.

Apakah kita harus memprioritaskan membuka usaha di rumah saja biar ngirit operasional? Gak juga.

Kalau bisnisnya kuliner tentu tempat usahanya harus strategis, begitu pula dengan kontrakan. Kalau sifatnya jasa dan bisa dijalani secara online, ya bebas-bebas saja mau pilih tempat usahanya, yang penting ada akses internet.

Baca juga: 5 Pengusaha UKM Ini Sukses Memulai Bisnis dari Nol, Inspiratif!

4. Kapan produk atau jasamu laris?

Kapan produk atau jasamu akan laris? (Pixabay)

Ini cukup erat kaitannya dengan proses pemasaran, lebih tepatnya soal penentuan bujet marketing. 

Mau gimana juga, semakin cepat semakin baik karena tujuan dari bisnis itu ya cari uang. Masa iya, pebisnis gak tahu kapan sekiranya mereka bisa untung, kalau begitu kenyataannya mending buka yayasan amal aja.

Selain untuk menentukan bujet marketing, pertanyaan ini juga penting dijawab bagi pebisnis yang ingin mencari investor. 

Investor mana ada yang mau investasi tanpa untung. Mereka mengeluarkan modal tentu biar balik modal. 

5. Seberapa lama kamu bisa hidup tanpa “digaji?”

Siap-siap bertahan buat gak menikmati hasilnya untuk sementara. (Pixabay)

Ketika seseorang memutuskan untuk buka usaha, jarang sekali dari mereka yang bisa langsung mencetak laba. Banyak kok yang harus hidup dengan mengandalkan uang tabungan.

Pertanyaannya adalah, sampai kapan kamu makan uang tabungan sendiri? Apakah uang tabungan itu cukup membayar biaya hidupmu serta tagihan-tagihanmu sampai lima tahun ke depan?

Gak sedikit juga pengusaha yang gak menikmati keuntungan di tahun pertama. Mereka berpikir, lebih baik untungnya disimpan jadi kas usaha saja, barangkali ada kebutuhan renovasi, pembelian aset, atau rekrutmen pegawai.

Di tahun kedua, barulah mereka bisa menikmati sedikit dari keuntungan itu.

Itulah lima pertanyaan yang wajib dijawab oleh orang-orang yang mau buka usaha. Apakah lima-limanya bisa kamu jawab sekarang? (Editor: Ruben Setiawan)