Mesin EDC Manjakan Konsumen Bertransaksi

Beruntunglah toko atau outlet yang sudah dilengkapi mesin EDC (Electronic Data Capture). Mesin yang berfungsi sebagai alat transaksi dengan memasukan atau menggesekkan kartu ATM, debit, atau kartu kredit, ini bakal memudahkan konsumen bertransaksi.

Perlu diketahui, di tahun lalu saja jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai  75 juta. Di tahun ini, Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memproyeksikan jumlah pengguna kartu kredit naik 15 persen.

[Cekidot Infographic: Plus Minus Kartu Kredit lewat Gambar]

Artinya jumlah kartu kredit yang dipegang masyarakat mencapai 16-16,5 juta. Besarnya pengguna kartu kredit ini mesti direspons para pemilik toko untuk menghadirkan mesin EDC (Electronic Data Capture) di meja kasir.

Kelengkapan mesin EDC di toko menjadi nilai tambah tersendiri. Konsumen tak perlu lagi membawa uang tunai jika bertransaksi di toko.

Lagi pula, keuntungan lain bagi pengelola toko adalah tidak perlu lagi repot menyiapkan uang recehan untuk kembalian. Plus tak ada lagi kesulitan menghitung uang untuk transaksi dalam jumlah besar.

Kehadiran mesin EDC di toko sebenarnya bukan sekadar untuk kemudahan transaksi saja. Ternyata ada keuntungan lainnya yang kadang tak disadari. Utamanya adalah soal reputasi toko. Maklumlah, hanya toko yang memenuhi syarat dari bank saja yang bisa memiliki mesin EDC di kasir.

Itu artinya tak gampang menyediakan fasilitas tersebut. Si pemilik toko mesti memenuhi daftar syarat dari bank agar mesin itu tersedia di meja kasir. Misalnya saja kondisi sales turn over yang baik, seberapa lama menggeluti bisnis tersebut, plus tak punya catatan hitam di bank.

Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) punya daftar catatan hitam toko-toko yang menyalahgunakan mesin EDC ini. AKKI melabelinya dengan sebutan Black List alias daftar toko yang pernah terlibat kejahatan kartu kredit.

Nah, bank akan memanfaatkan daftar itu sebagai dasar untuk melakukan kerjasama dengan merchant atau toko. Jika masuk daftar tersebut, jangan harap bank akan mengabulkan pengajuan mesin EDC.

Sisi Minus Tetap Ada

Meski begitu, bukan berarti mesin EDC tak punya sisi minusnya. Sebut saja kelemahan mesin EDC ini adalah seringnya terjadi kesalahan pada nomor rekening merchant. Masalah itu jelas serius karena transaksi yang dilakukan bisa masuk ke nomor rekening merchant lain.

Lambatnya proses transaksi juga dapat menjadi kelemahan dari mesin EDC karena biasanya nasabah menginginkan suatu pelayanan yang cepat. Cepat-lambatnya transaksi lewat mesin EDC ini sangat tergantung dari sambungan jaringan telepon atau wireless.

Terakhir, maraknya kasus pemalsuan kartu kredit atau debet dan kasus kejahatan mesin EDC yang terjadi akhir-akhir ini membuat kepercayaan dari pengguna mesin EDC menurun. (*Ref 1)

*Ref 1: http://pustaka.unpad.ac.id/archives/90985/