Niat Hemat Bisa Gatot Kalau Asal Beli 5 Barang Murah Ini

Sah-sah aja beli barang murah dengan niat berhemat. Tapi, perlu diketahui bahwa berhemat beda dengan selalu memilih barang murah. Apalagi sampai mengabaikan kualitasnya.

Malah, gak selamanya beli barang murah bisa berujung penghematan. Jika barang tersebut punya kualitas jelek dan cepat rusak, kita jadi harus beli berkali-kali. Ujung-ujungnya malah jadi pemborosan.

Memang ada barang-barang berharga murah yang bisa menyelamatkan isi dompetmu. Tapi prinsip “harga sebanding dengan kualitas” tetap berlaku untuk beberapa barang tertentu. Buat barang-barang ini, kualitas gak boleh diabaikan. Kalau gak, bukan cuma bikin rugi, tapi bisa berdampak negatif pada keselamatan dirimu. Nah, lho!

Jadi, biar gak rugi di kemudian hari, silakan beli barang-barang yang harganya relatif murah, asalkan bukan lima benda ini.

1. Sepatu

(Image: today.line)

Fungsi sepatu bukan cuma mendukung penampilan, tapi juga melindungi dan menopang kaki saat berjalan. Oleh sebab itu, jangan pernah membeli sepatu KW karena kualitasnya gak terjamin.

Ingat, selain penampilan, kenyamanan adalah hal utama. Kualitas sol yang buruk pada sepatu bukan cuma bikin gak nyaman, tapi juga berpotensi bikin kaki cedera.

Lagi pula, mana ada sih sepatu KW yang ketahanannya menyerupai sepatu asli? Jika baru beberapa kali pakai udah rusak, kamu pun harus keluar kocek lagi buat beli penggantinya. Cukuplah membeli satu sepatu tapi kualitas jempolan, daripada berkali-kali tapi cepat diganti.

2. Kacamata

(Image: malangtimes)

Saat ini, bertebaran kacamata dengan desain unik yang bikin penggunanya makin kece. Harganya pun cukup terjangkau. Bahkan ada yang gak sampai Rp 50 ribu. Hati siapa yang gak tergoda buat beli.

Eits, tahaaan dulu!

Bukan berniat mematikan pasaran kacamata-kacamata kekinian berharga minim, tapi pastikan kamu tahu efek samping yang mungkin kamu alami.

Dilansir dari Dailymail, menurut penelitian, menggunakan kacamata yang tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan permanen, bahkan gegar otak. Seram gak tuh?

Hal ini disebabkan oleh lensa kacamata yang belum tentu mengikuti standar ketebalan wajar sehingga dapat mengganggu penglihatan. Begitupun dengan cat yang menempel pada frame. Tidak dapat dipastikan apakah cat yang digunakan aman dan tidak memiliki kandungan berbahaya. Salah-salah, bisa sebabkan iritasi hingga kanker. Ih, serem.

3. Charger dan aksesori handphone

(image: jalantikus)

Punya bentuk port USB yang sama bukan berarti sembarang kabel charger bisa kamu gunakan. Dibanding bentuk port, kamu juga harus memastikan kesesuaian daya di adapter dengan smartphone-mu.

Demi keamanan, gak usah coba-coba gunakan charger yang bukan pasangan resminya. Jika dipaksakan, daya tahan smartphone kesayanganmu yang jadi taruhannya.

4. Gadget

(Image: Merdeka)

Hari gini, udah banyak gadget dengan banyak fitur tapi ramah di kantong. Tapi, lihat-lihat dulu produsen gadget tersebut. Jangan asal beli keluaran Cina cuma karena harganya miring.

Punya banyak fitur tapi kualitasnya jelek sama aja boong.

Gak apa-apa beli gadget yang sedikit lebih mahal tapi bisa digunakan jangka panjang dan bisa mendukung kebutuhan-kebutuhanmu.

5. Softlens

(Image: tatarias)

Softlens adalah alternatif kacamata yang banyak dipilih orang. Sebabnya macam-macam.  Mulai dari kepraktisan, sampai penunjang penampilan. Sejalan dengan itu, softlens yang dijual di pasaran pun semakin banyak. Variasi warna kian beragam, harganya pun makin murah.

Kalau dulu sepasang softlens rata-rata dibanderol di atas Rp 500 ribuan, kini softlens seharga Rp 30 ribu pun sudah bisa kamu temukan.

Namun, waspadalah sebelum memutuskan membeli softlens murah, terutama dari brand-brand gak jelas. Salah satu faktor yang membuat harganya jadi murah bisa jadi karena bahan dasar yang digunakan gak berkualitas dan gak aman. Padahal, sofltens digunakan di organ sensitif dan vital: mata. Iritasi sampai infeksi kornea bisa mengintai kalau asal pilih softlens.

Hidup hemat memang wajib hukumnya. Berhematlah bukan dengan beli barang murah, tapi beli barang yang memiliki nilai sepadan dengan nilai uang yang kamu keluarkan. Selain itu, pintar-pintarlah membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengendalikan diri saat mengeluarkan uang.

Satu lagi, berpikirlah jangka panjang untuk setiap barang yang kamu beli ya!