Pendiri Bioskop dan Berkekayaan Rp 103 M! Ini Fakta Ketua BKPM Thomas Lembong

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mendadak bermunculan di media lantaran usai dirinya menyebut Go-Jek, Tokopedia, BukaLapak, dan Traveloka sebagai startup dari Singapura. Akibat kicauannya itu, Thomas Lembong dikabarkan memiliki kekayaan mencapai ratusan miliar rupiah lho.

Bicara soal kesuksesan kariernya, pria yang sempat menjadi Menteri Perdagangan RI ini mengantongi aset senilai Rp 103 miliaran lho, seperti tercantum di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2017.

Asal kamu tahu, pria berdarah Manado yang akrab disapa Tom Lembong ini, ternyata juga sukses dalam dunia bisnis lho. Ingin tahu beberapa fakta menarik tentang Tom Lembong? Berikut ulasannya.

Baca juga: Hartanya Triliunan, Yuk Telusuri Sumber Uang 7 Orang Terkaya Indonesia saat Ini!

1. Lulusan Harvard

Thomas Lembong
Tom Lembong mengantongi kekayaan ratusan miliar rupiah dan dirinya merupakan lulusan Harvard, (Instagram/@tomlembong).

Thomas sempat mengenyam pendidikan dasarnya di Jerman pada tahun 1974 hingga 1998. Saat itu, ayahnya emang sedang menuntut ilmu di Negeri Panzer. Gak heran kalau pria ini memang fasih berbahasa Jerman dan Inggris.

Setelah ayahnya selesai dengan studinya, mereka kembali ke Jakarta dan Tom disekolahkan di SD Regina Pacis. Saat menginjak bangku SMA, Tom justru pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Hingga akhirnya sukses masuk duduk manis di bangku kuliah Harvard dan mendapat gelar Bachelor Arts.

Baca juga: Cara Membuat Rapat Kerja yang Efektif ala Orang Terkaya di Dunia

2. Mulai jadi birokrat tahun 1998

Thomas Lembong
Tom Lembong pernah menjadi Birokrat di tahun 1998, (Instagram/@tomlembong).

Karier Tom di pemerintahan sejatinya dimulai di tahun 1998 di BPPN alias Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Dia menjadi Kepala Divisi Asset Management selama dua tahun sebelum akhirnya BPPN dibubarkan oleh Megawati tahun 2004. 

Sejatinya, BPPN dibentuk buat menyehatkan keuangan perbankan, aset bermasalah, dan mengupayakan pengembalian uang negara yang tersalur pada sektor perbankan. Ketika badan ini resmi bubar, Tom lantas mengawali kariernya di bidang perbankan. 

Baca juga: Kalahkan Bill Gates! Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia

3. Bantu keluarga Hartono makin tajir

Thomas Lembong
Tom Lembong salah satu orang yang bikin keluarga Hartono makin kaya, (Instagram/@tomlembong).

Usai BPPN bubar, Thomas Lembong memutuskan berkarier di dunia swasta. Ia pun akhirnya sempat merasakan kerja di Deutsche Bank, Morgan Stanley, dan mendirikan Farindo Investment. 

Farindo merupakan sebuah konsorsium yang dibentuk oleh Farallon Capital dan Djarum. Merekalah yang akhirnya mengakuisisi 51 persen saham Bank BCA dari BPPN lewat proses strategic private placement pada 2002 dengan harga Rp1.775 per saham atau senilai total Rp 5,3 triliun.

Awalnya Farallon dikabarkan menguasai 90,64 persen saham di Farindo. Sementara itu Djarum cuma 9,36 persen. Namun di tahun 2006, Djarum justru menguasai 92,18 persen saham Farindo, alhasil merekalah yang jadi pemegang saham terbesar di BCA. 

Di tahun 2015, kepemilikan Farindo atas saham BCA mencapai 47,15 persen lho. Dan sejak 2009, keluarga Hartono pun jadi yang terkaya di Indonesia. Semuanya berkat harga saham BCA yang harganya terus naik, seiring dengan bisnisnya yang moncer.

4. Pendiri bioskop

Thomas Lembong
CGV salah satu bioskop yang didirikan oleh Tom Lembomg, (Instagram/@tomlembong).

Usai meninggalkan Farindo, Tom Lembong mendirikan Quvat Management Pte Ltd sebuah perusahaan investasi yang sempat membeli 8 persen saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Singkat cerita mereka pun berinvestasi di PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) proyek pembangunan bioskop bernama Blitz Megaplex (sekarang CGV Blitz). 

Tentunya, bioskop ini udah jadi saingan beratnya XXI yang ada di mana-mana. 

Memang sih beberapa media yang menyebutkan bahwa dia adalah pendiri Blitz. Bisa dibilang “iya juga sih.” Tom yang pernah diangkat sebagai Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum di Davos ini, memimpin perusahaan jadi pendana awal bioskop ini.

5. Gak punya rumah dan tanah tapi uang sejumlah Rp 103 miliar ia kantongi lho!

Thomas Lembong
Gak punya rumah dan tanah tapi uang sejumlah Rp 103 miliar ia kantongi lho!, (Instagram/@tomlembong).

Menurut informasi di LHKPN, dengan total kekayaan Rp 103 miliar, gak terlihat sama sekali bahwa Thomas memiliki aset berupa rumah dan properti. Dalam catatan tersebut tertera cuma “harta bergerak lainnya,” yang valuasinya Rp 180 juta di tahun 2017.

Selain itu, ia juga memiliki surat berharga senilai Rp 100 miliar dan kas di angka Rp 2,1 miliar. Gak cuma itu lho, ia juga punya tanggungan berupa utang di angka Rp 24 jutaan. Masa iya sih gak punya rumah atau kendaraan? Apa mungkin belum dicantumkan kali ya?

Informasi harta kekayaan Tom di tahun 2018 juga belum diupdate sih. Itulah sekilas fakta tentang Thomas Lembong yang belakangan ini jadi bahan pembicaraan. Intinya, beliau adalah seorang investor yang sangat ulung. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)