Prabowo Singgung Kebohongan Quick Count Lembaga Survei, Ini yang Diminta dari Pendukung

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, tidak mempercayai hasil quick count Pilpres 2019 yang telah dilakukan sejumlah lembaga survei. Kepada para pendukungnya, capres yang ikut pilpres bersama calon wakilnya Sandiaga Uno, meminta menunggu hasil penghitungan real count kotak-kotak suara dari semua TPS.

Dari hasil quick count, beberapa lembaga survei mengindikasikan pasangan Jokowi-Ma’ruf lebih unggul. Namun, dalam pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan pihaknya justru memperlihatkan hasil yang sebaliknya.

“Hasil exit poll kita di lima ribu TPS menunjukkan bahwa kita menang, 55,4% dan hasil quick count ini, kita menang 52,2%. Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di semua TPS dan kecamatan, juga saya tegaskan di sini kepada rakyat Indonesia, bahwa ada upaya dari lembaga-lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah bekerja untuk satu pihak untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” kata Prabowo di panggung yang didirikan di depan kediamannya, Rumah Kertanegara, Jakarta.

Lebih lanjut, Prabowo meminta para pendukungnya untuk mengawasi proses pengiriman surat suara dari TPS. Sebab, menurutnya, surat-surat suara dalam kotak di TPS akan jadi bukti untuk melawan kebohongan lembaga-lembaga survei tersebut, meski dia tidak menyebut, lembaga mana yang terindikasi bohong.

“Saya mengimbau pendukung saya semuanya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis, tetap fokus mengawal kotak suara, karena kotak-kotak itu adalah kunci kemenangan kita, agar kebohongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan,” tegasnya.

Per pukul 18.24 WIB, dipantau dari layar hitung cepat yang dimuat Suara.com, lima lembaga survei yang terpampang di situ menunjukkan bahwa paslon Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari paslon Prabowo-Sandi. LSI misalnya, dari 94,50% suara yang masuk, Jokowi-Ma’ruf meraih 55,30% sedangkan Prabowo-Sandi meraih 44,70%.

Sementara itu, berdasarkan 86,76% suara yang masuk ke SMRC, paslon 01 meraih 54,91%, dan paslon 02 merebut 45,09% suara. Tidak jauh berbeda, Indo Barometer memperlihatkan bahwa 53,67% pemilih memberikan suara buat Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 46,33% memberi suara buat Prabowo-Sandi.

Selanjutnya, ada survei Indikator, di mana dari 85,35% suara yang masuk, 54,00% diantaranya mencoblos Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 46,00% mencoblos Prabowo-Sandi. Yang terakhir, Charta Politika, mencatat bahwa 54,29% suara respondennya diberikan untuk Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 45,71% untuk Prabowo-Sandi.