Robot Gundam Karya Ilmuwan Indonesia Bakal Mejeng di Olimpiade Tokyo 2020

Satu lagi anak bangsa yang membanggakan dan berprestasi dunia dengan membuat robot Gundam raksasa di Jepang. Ilmuwan Indonesia yang terlibat dalam proyek ini bernama Pitoyo Hartono.

Dirinya merupakan profesor bidang jaringan saraf buatan di Department of Electrical and Electronic engineering, School of engineering, Chukyo University, (SECU) Jepang. Rencananya, Robot Gundam setinggi 18 meter buatannya akan dipamerkan pada Oktober 2020 mendatang di Kota Yakohama, Jepang.

Konon kabarnya robot tersebut akan tampil bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-40 Gundam yang merupakan sebuah brand franchise. Momen tersebut bertepatan dengan momen Tokyo Olympic.

“Awalnya technical leader dari proyek ini, mentor saya Shuji Hashimoto. Beliau adalah profesor fisika teknik di Waseda Univesity. Dirinya juga fokus di human information processing dan mengajak saya ikut dalam project ini.

Riset di lab beliau terdiri dari 4 grup, yakni robotik, image processing, sound and musical processing, dan neural network and artificial intelligence,” tuturnya seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Menurutnya, terlibat dalam proyek ini merupakan keseruan tersendiri lantaran mereka harus membuat teknologi yang baru yang belum pernah dibuat teknologi lain sebelumnya. Ibaratnya, mereka ingin mengukur batas science saat ini ada dimana dan setelah tahu batas tersebut, harapannya makin termotivasi untuk memperluas batasan itu.

Science Fiction Bisa Jadi Nyata

“Tentu ada (rencana robot Gundam ini akan diapakan), tapi kita tidak ingin mendikte generasi berikutnya. Saya ingin itu muncul dari generasi berikut mau diapakan ini, kita sudah membuat batas.

Tantangan banyak karena awalnya desain mekanikanya tidak ada, tidak pernah ada, kita harus bikin sendiri. Lalu juga harus ada material-material baru. Harus ada motor – motor baru dan harus ada konsep – konsep mekanika yang baru. Karena harus kita rancang dari awal kita tidak punya template,” tambah dia.

Tim mereka sendiri terdiri dari 10 orang core member, 3 di antaranya engineer, yang didanai oleh perusahaan-perusahaan pendukung. Diharapkan pada akhir April nanti akan ada progres terkait proyek ini.

Mereka ingin menegaskan bahwa tujuan awal dari program bernama Gundam Global Challence ini adalah menjembatani science fiction dan science.