Rokok Dilarang Iklan Lewat Internet, Padahal Dananya Fantastis Lho!

Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk lakukan pemblokiran iklan rokok internet.

Hal ini berdasarkan Surat Menteri Kesehatan RI kepada Menteri Kominfo RI No TM.04.01/Menkes/314/2019 perihal Pemblokiran Iklan Rokok di Internet.

Setelah menerima surat, Menteri Kominfo Rudiantara lansung memberikan arahan untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet.

Tim AIS Kementerian Kominfo langsung melakukan “crawling” dan ditemu kenali sejumlah 114 kanal (Facebook, Instagram & YouTube). Kanal ini jelas melanggar UU 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 46, ayat (3) butir c tentang “promosi rokok yang memperagakan wujud rokok”.

Saat ini Tim AIS Kemkominfo sedang melakukan proses take down atas akun/konten pada platform-platform di atas.

Menkominfo Rudiantara juga sudah menelpon Menkes sebagai regulator kesehatan untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya. Hal ini guna membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya.

Karena regulator (Kemenkes) yang bisa meng-interpretasi-kan legislasi/regulasi dengan lebih baik.

PT Gudang Garam Tbk 

Berdasarkan data keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) produsen rokok asal Kediri Jawa Timur ini mengabiskan dana belanja iklan Rp 2,316 miliar di 2017. Lalu naik jadi Rp 2,460 miliar pada tahun 2018.

Perusahaan ini didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo. Perusahaan rokok ini menduduki peringkat kelima tertua dan terbesar (setelah Djarum) dalam produksi rokok kretek.

PT HM Sampoerna Tbk

Sedangkan HM Sampoerna, perusahaan rokok asal surabaya ini sepanjang 2017 membelanjakan dana untuk iklan dan promosi Rp 2,675 miliar. Kemudian di 2018 sebesar Rp 2,496 miliar.

Sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritas keluarga Sampoerna berpindah tangan ke Philip Morris International. Perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun.

PT Bentoel Internasional Investama Tbk

Selain itu, produsen rokok Bentoel juga membelanjakan dana untuk promosi dan iklan sebesar Rp 840 miliar pada 2017. Lalu mengalami kenaikan pada tahun 2018 mencapai Rp 1,100 triliun.

Tercatat, perusahaan ini diakuisisi oleh British American Tobacco dengan kepemilikan saham Bentoel Group hingga 99 persen pada 2009 lalu.

PT Wismilak Inti Makmur Tbk

Terakhir, produsen rokok asal Surabaya yakni Wismilak membelanjakan dana untuk promosi dan iklan Rp 69 miliar 2017. Lalu naik tahun 2018 mencapai Rp 83 miliar.

Beberapa ‘brand‘ lahir pada tahun 2000 dan selanjutnya. Misalnya ‘Wismilak Slim’ (2000), SKT low tar – low nikotin pertama di Indonesia. Pada tahun 2000 itu pula mulai diproduksi cigars dengan brand ‘Wismilak Premium Cigars’ dengan varian Robusto sebagai produk awal.

Pada tahun 2004, lahir brand Galan Slim dan selanjutnya, tahun 2009 lahir brand ‘Wismilak Diplomat Anniversary’.

Kuartal I 2019 Belanja Iklan Bertumbuh

Berdasarkan data Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) yang dirilis baru-baru ini tren belanja iklan awal 2019 lebih didominasi pemerintahan dan organisasi politik. Seiring dengan hadirnya tahum pilpres dan pemilu.

Pada kuartal I 2019, belanja iklan dengan porsi terbesar yakni kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik. Dengan total belanja mencapai Rp 2 triliun (meningkat 11 persen).

Lalu disusul oleh kategori Layanan Online dengan total belanja iklan Rp 1,9 triliun. Kemudian terbesar ketiga, dari kategori produk Perawatan Rambut dengan total belanja iklan Rp 1,8 triliun.

Kategori Rokok Kretek menghabiskan belanja iklan sebesar Rp 1,7 triliun dengan pertumbuhan 29 persen.

Di urutan kelima adalah kategori produk Makanan Instan yang tumbuh 37 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan total belanja iklan Rp 1,5 triliun.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah