Sebelum Investasi Emas Perhiasan, Pertimbangkan 3 Hal Ini Dulu Ya!

Kini udah banyak sekali orang yang memilih untuk investasi emas. Bahkan bagi sebagian orang, emas menjadi salah satu alat ampuh untuk mengantisipasi inflasi dan alat ukur kekayaan.

Tapi apakah hal itu sama dengan jika kita melakukan investasi emas perhiasan? Apa bisa juga disebut sebagai sarana investasi?

Nah, sebelum membicarakannya lebih lanjut. Ada baiknya kita tekankan di sini kalau emas perhiasan itu lebih bersifat sebagai aksesoris dibanding investasi.

Akan tetapi, sah-sah aja kok kalau kamu memilih emas perhiasan sebagai investasi. Karena gimanapun investasi itu berlaku hukum bebas memilih. Tapi tetap aja kamu perlu mengenali dulu keuntungan dan konsekuensinya biar gak menyesal di kemudian hari.

[Baca: Pilih Investasi Emas Batangan atau Perhiasan? Cek Plus Minusnya Ini]

Nah, berikut adalah beberapa alasan mengapa orang memilih emas perhiasan sebagai investasi.

1. Bisa dibeli sesuai dengan kondisi keuangan

Bisa dibeli sesuai dengan kondisi keuangan (kontan)

Umumnya, emas perhiasan dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari nilai karat yaitu 18K, 22K, sampai 24K. Kemudian beratnya juga bervariasi.

Jadi kamu bisa membelinya mulai dari 1 gram dan asiknya lagi, harga perhiasan emas itu bisa ditawar.

Inilah kenapa ibu-ibu suka menyisihkan uangnya untuk membeli perhiasan emas. Pasalnya, modal awal untuk membeli perhiasan emas termasuk kecil. Itulah mengapa banyak orang yang tertarik menjadikan perhiasan emas sebagai investasi.

2. Banyak toko emas

Banyak toko emas (solopos)

Hayo berani taruhan, yang namanya toko emas itu pasti gampang ditemui. Entah itu di pasar tradisional, perempatan jalan, bahkan sampai deretan ruko-ruko.

Karena itulah, membeli perhiasan emas sangatlah mudah. Ditambah lagi gak ada syarat aneh-aneh untuk membelinya.

Pokoknya asal duit kamu cukup, maka perhiasan emas yang kamu mau bisa dibawa pulang.

3. Sebagai aksesori/fashion

Sebagai aksesori/fashion (moneyversed)

Setuju gak kalau menggunakan perhiasan emas itu bisa menaikkan level kecantikan. Gak cuma itu, perhiasan emas juga jadi label status sosial seseorang.

Nah, itu dia beberapa alasan yang membuat orang memilih perhiasan emas sebagai investasi. Tapi ini mesti diluruskan dulu, karena saat mau investasi pasti yang diharapkan itu adalah mendapatkan keuntungan.

Keuntungan itu bisa dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam konteks ini, investasi emas perhiasan punya banyak kelemahan.

Mau tahu kenapa emas perhiasan tak bisa disebut sebagai alat investasi? Simak penjelasannya berikut ini:

[Baca: Udah Tahu Cara Investasi Emas yang Benar? Ikuti 6 Langkah Ini]

1. Ada mark up nilai

Ada mark up nilai (krishnabalagita.wordpress)

Ketika beli emas perhiasan, maka kamu sebenarnya gak membeli murni berdasarkan kadar karat dan beratnya saja.

Tapi ada biaya lainnya yang membuat harga emas perhiasan lebih mahal seperti ongkos produksi, desain, pajak, hingga biaya kirim sampai ke toko emas.

Gak cuma itu, toko emas juga bakal me-mark up harganya lagi ketika dijual ke konsumen. Bisa-bisa harganya naik sampai 100 persen.

Nah, yang bikin kesel adalah saat dijual toko emas hanya akan menghargai berat dan kadarnya aja. Mereka akan gak perduli meski emas perhiasanmu itu hasil rancangan desainer ternama.

Alhasil, selisih dari harga jual dan beli ini yang membuat beli perhiasan emas itu merugikan. Pasalnya, harga jual dan beli emas perhiasan itu ditentukan sepihak, yakni toko emas. Dan itu sifatnya mutlak.

2. Tidak ada sertifikat keaslian emas

Tidak ada sertifikat keaslian emas (firmanblog)

Saat kamu membeli perhiasan emas, biasanya apa aja yang didapat? Perhiasan dan kuintansi pembayarannya aja kan?

Lalu gimana dengan keaslian kadar karat dan beratnya?

Padahal seperti diketahui, kebanyakan perhiasan emas itu adalah hasil campuran dengan logam lain.

Secara teoritis ketika beli perhiasan emas 18 K seberat 10 gram, maka kadar emas murninya hanya 7,5 gram 24K. Sisanya adalah campuran logam lain.

Campuran logam itu biasanya perak dan tembaga. Untung jika pakai campuran perak, lha kalau pakai tembaga? Bagaimana cara mendeteksinya? Akan sangat sulit sekali. Inilah kenapa emas perhiasan sangat sulit dinilai karena gak ada sertifikat keasliannya.

3. Rentan rusak dan hilang

Rentan rusak dan hilang (vemale)

Taukah kamu kalau emas perhiasan itu rentan rusak. Bisa karena patah, kaitannya yang rusak atau warnanya kusam. Nah, berbagai kerusakan itu bisa membuat nilainya jatuh.

Gak cuma itu aja, perhiasa emas juga berisiko ilang seperti dijambret atau jatuh tanpa sadar.

Nah, itu dia tiga poin yang sebaiknya kamu pertimbangkan saat memilih perhiasan emas sebagai investasi. Semoga membantu!

[Baca: Mau Investasi Emas Makin Gampang Nih, Tabungan Emas Mulai dari Rp 5 Ribu Saja Loh!]