Sederet Sanksi Untuk Garuda, Buntut dari Laporan Keuangan yang Janggal

Garuda Indonesia dinyatakan bersalah oleh Kemenkeu terkait laporan keuangannya. Kejanggalan tersebut terjadi untuk laporan keuangan tahun 2018 yang sempat menuai polemik. 

Laporan keuangan Garuda tahun 2018 mendapatkan protes dari pemegang sahamnya yaitu Chairul Tanjung. CT panggilan akrabnya, mempertanyakan soal transaksi layanan konektivitas PT Mahata Aero Teknologi senilai US$ 239 juta yang dimasukkan ke dalam kas pendapatan. Padahal, belum ada pendapatan yang diterima dari Mahata hingga akhir 2018 silam. 

Karena dirasa janggal, CT pun enggan menandatangani laporan keuangan tersebut. Hingga akhirnya kejanggalan ini terendus oleh Kementerian Keuangan, OJK, hingga BEI. 

Kemenkeu akhirnya memeriksa Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang dan rekan yang merupakan auditor laporan keuangan Garuda Indonesia. Hasilnya didapat ada tiga kesalahan atau kelalaian yang telah mereka perbuat. 

Baca juga: Ini 20 Maskapai Terbaik di Dunia, Garuda Indonesia Peringkat Berapa?

Tiga kesalahan dalam laporan keuangan Garuda Indonesia 

Harga saham Garuda cenderung di bawah IPO (Instagram).

Dikutip dari CNN Indonesia, Kemenkeu mendapati tiga kesalahan yang dilakukan oleh akuntan publik yang bertugas melakukan audit terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia. Pertama, akuntan publik yang bersangkutan tidak secara tepat menempatkan substansi pendapatan dan piutang di dalam laporan keuangan. Mereka telah mengakui pendapatan piutang yang jelas-jelas nominalnya belum diterima Garuda. 

Kedua, akuntan publik belum mendapatkan bukti audit yang cukup untuk menilai perlakuan akuntansi sesuai dengan isi perjanjian transaksi antara Garuda dengan Mahata. 

Ketiga, akuntan publik tidak bisa mempertimbangkan fakta-fakta setelah tanggal laporan keuangan sebagai dasar perlakuan akuntansi. 

Berkat pelanggaran berat ini, Kementerian Keuangan menjatuhkan sanksi kepada dua akuntan publik itu berupa pembekuan izin selama 12 bulan. 

Baca juga: Saling Bersinergi, Ini 8 Bisnis yang Ada di Bawah Naungan Garuda Indonesia

Berikut sanksi dari OJK untuk Garuda Indonesia

Garuda Indonesia Holiday (Shutterstock).

Polemik laporan keuangan ini berujung dengan segudang sanksi yang dijatuhkan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk Garuda Indonesia. Berikut sanksinya seperti dikutip dari CNBC

  1. Garuda diminta untuk memperbaiki laporan keuangan dan menyajikan perbaikan itu ke publik paling lambat 14 hari setelah ditetapkannya surat sanksi (28 Juni) 
  2. Garuda dijatuhi sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 100 juta
  3. Seluruh anggota Direksi dikenakan denda Rp 100 juta 
  4. Mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 100 juta secara tanggung renteng kepada seluruh Direksi dan Dewan Komisaris yang menandatangani laporan keuangan tahun 2018. 

Sanksi dari BEI untuk Garuda 

Maskapai bintang lima, Garuda (Instagram).

Demi menjaga kepercayaan publik terhadap industri pasar modal, Bursa Efek Indonesia pun turut menjatuhkan sanksi untuk Garuda Indonesia atas kesalahan laporan keuangan 2018. 

  1. Meminta Garuda memperbaiki laporan keuangannya paling lambat 26 Juli 2019
  2. Meminta Garuda menjelaskan ke publik mengenai kesalahan dalam laporan keuangan tersebut
  3. Menjatuhi sanksi denda ke Garuda sebesar Rp 250 juta. 

Itu tadi sederet sanksi yang diterima Garuda Indonesia perihal laporan keuangan yang janggal. Wah semoga masalah ini cepat selesai ya! (Editor: Winda Destiana Putri).