Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Pernahkah terpikir olehmu berapa besar penghasilan Gojek driver dalam sebulannya?

Beberapa kali pengemudi ojek online berdemonstrasi menuntut kenaikan tarif. Dilansir dari Detik, unjuk rasa terbaru kembali digelar April lalu. Ratusan pengemudi ojek online, termasuk Gojek, menuntut penetapan tarif standar menjadi Rp 3.000-4.000 per kilometer dari Rp 1.600 per kilometer.

Meski begitu, menjadi pengemudi ojek online tetap memiliki daya pikat tersendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang alih profesi atau sekadar menjadikan ojek online sebagai sumber pendapatan tambahan. Maret ini saja jumlah pengemudi Gojek sudah mencapai angka 400 ribu.

Jadi, apakah menjadi pengemudi ojek online menguntungkan atau malah bikin buntung?

Menjawab rasa penasaranmu, MoneySmart akan mengupas rincian penghasilan Gojek driver dalam satu bulan.

Tarif pengemudi Gojek

(Image: Kupastuntas)

Saat ini tarif pengemudi Gojek adalah Rp 2.000 per kilometer, belum termasuk potongan 20 persen untuk perusahaan. Dengan demikian, tarif bersih yang dikantongi para pengemudi sebesar Rp 1.600 per kilometer.

Tarif pengemudi ini turun drastis jika dibandingkan saat awal kemunculan Gojek yang mencapai angka Rp 3.000-4.000 per kilometernya.

Perhitungan poin dan bonus

Selain komisi utama, pengemudi Gojek juga bisa mengumpulkan poin dan mendapatkan bonus. Poin yang diperoleh dapat dikonversikan ke dalam uang tunai dengan rincian sebagai berikut:

Poin (data per 24 Maret 2018):

  • 12 poin = Rp 10.000
  • 16 poin = Rp 30.000
  • 20 poin = Rp 40.000
  • 24 poin = Rp 50.000
  • 30 poin = Rp 70.000

Ada banyak cara mendapatkan poin, beberapa di antaranya:

  • 1 poin dasar dan 2 poin tambahan setiap penyelesaian Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med  pukul 16.00-20.00 WIB hari kerja di area Jabodetabek tertentu.
  • Komisi tambahan senilai Rp 3.000 untuk order Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med pukul 23.00-05.00 WIB
  • 20 poin dengan performa minimal 40 persen untuk mendapat bonus harian hingga Rp 90.000.

Untuk mendapatkan bonus, pengemudi Gojek harus menyelesaikan order dengan tingkat penyelesaian tertentu, tergantung pada daerahnya masing-masing.

Selain itu, para pengemudi juga harus menjaga performa rating mereka. Pasalnya, pengemudi dengan rating di bawah 4,5 akan terancam putus mitra.

Simulasi perhitungan penghasilan Gojek di Jakarta

(image: RimaNews)

Dengan penetapan tarif dan poin di atas, maka dapat diperkirakan perhitungan penghasilan pengemudi Gojek adalah:

Jika Bapak Agung mengambil order Go-Ride dengan jarak 8 km di daerah Sarinah, Jakarta, pada Senin pukul 18.00 WIB, maka pendapatan kotor Bapak Agung adalah sebagai berikut:

Komisi bruto jarak 8 km = Rp 16.000

Poin yang didapatkan = 1 poin dasar + 2 poin (bonus poin untuk order jam 16.00-20.00 WIB di area tertentu).

Total pendapatan kotor Bapak Agung adalah Rp 16.000 dan 3 poin.

Melalui wawancara singkat yang dilakukan oleh MoneySmart kepada beberapa pengemudi Gojek, berikut ini rincian penghasilan beberapa pengemudi tiap bulannya.

Contoh kasus 1

Empat bulan menjadi pengemudi Gojek, Pak Ruchiyat mengaku tak banyak mengantongi untung. Meski begitu, penghasilan yang dia dapatkan dinilai masih lebih besar daripada menjadi pedagang buah, profesinya terdahulu.

Pak Ruchiyat bekerja menarik penumpang hampir tanpa hari libur pukul 09.00 pagi hingga 08.00 malam. Pak Ruchiyat biasa menunggu penumpang di sekitaran Kemayoran hingga Tanah Abang.

Menurutnya, mendapatkan penumpang kini tak semudah saat awal ia bergabung. Banyaknya pengemudi ojek online lain, baik dari satu perusahaan maupun perusahaan berbeda, tentu menambah persaingan.

Ia perlu mengeluarkan uang hingga Rp 50 ribu per hari untuk mengisi bensin, Rp 60 ribu per bulan untuk Internet, dan Rp 30 ribu per bulan untuk pulsa telepon. Total modalnya pun menjadi sekitar Rp 1,6 juta per bulan.

Dalam sehari, Pak Ruchiyat paling banyak mendapatkan 10 penumpang. Dengan rata-rata order 7-10 kilometer, total pendapatan kotor harian berkisar antara Rp 140 ribu-200 ribu atau Rp 4,2 juta-6 juta per bulan.

Dengan potongan bagi hasil 20 persen dan biaya harian maupun bulanan yang perlu dikeluarkan, Pak Ruchiyat bisa mengantongi sekitar Rp 1,7 juta- 3,2 juta belum termasuk bonus dan komisi dari fitur Gojek lain, seperti Go-Send atau Go-Food.

[Baca: 5 Profesi Baru yang Bisa Dilirik Driver Ojek Online]

Contoh kasus 2

Berbeda dengan Pak Ruchiyat, Pak Agus yang telah hampir empat tahun menjadi pengemudi, mengaku cukup untung dengan profesinya ini. Dalam sehari Pak Agus bisa mendapatkan hingga 17 penumpang.

Pak Agus bekerja dari pukul 05.00 pagi hingga 09.00 malam. Walau bekerja setiap hari, Pak Agus mengaku hari Senin-Jumat jauh lebih ramai penumpang dibandingkan Sabtu dan Minggu.

Urusan bensin, Pak Agus mengaku cukup irit dengan motor Beat-nya yang hanya perlu Rp 25 ribu per hari. Pengeluaran lain seperti pulsa dan Internet, Pak Agus memerlukan sekitar Rp 80 ribu per bulannya. Modal bulanannya pun menjadi Rp 830 ribu per bulan.

Total pendapatan kotor Pak Agus dapat mencapai Rp 7,1 juta-10,2 juta per bulannya. Dengan potongan 20 persen per kilometer ditambah modal bulanan yang perlu ia keluarkan, Pak Agus mendapatkan sekitar Rp 4,8 juta-7,3 juta per bulan, belum termasuk biaya “jajan” motor dan bonus dari performa sebagai pengemudi.

[Baca: Pinjaman Dana Tunai untuk Ojek dan Taksi Online, Bisa Gak Ya?]

Contoh kasus 3

Sebagai seorang karyawan swasta yang merangkap jadi pengemudi paruh waktu, Pak Subur hanya bekerja dari pukul 05.00 sore-11.00 malam. Rata-rata ada 5 penumpang tiap hari yang ia antarkan.

Menjadi pengemudi Gojek paruh waktu, Pak Subur mampu mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 70.000 per hari atau sekitar 1,5 juta per bulan (Pak Subur tidak bekerja pada Sabtu dan Minggu).

Jadi, mampukah penghasilan Gojek driver melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang kini berada di angka Rp 3,6 juta?

Dari ketiga contoh kasus di atas, penghasilan Gojek driver sangat bergantung dari banyak faktor. Mulai dari biaya “jajan” motor, pengeluaran pribadi pengemudi, lamanya bekerja, hingga lokasi yang dipilih pun bisa memengaruhi uang yang didapatkan.

[Baca: Gini Cara Daftar Ojek Online Buat Nambah Penghasilan]

Walau ternyata tak sedikit pengemudi yang sulit mencapai batas UMP, menembus angka jauh di atas tiga juta bukan tak mungkin diraih para pengemudi Gojek. Modal uang, waktu, dan tenaga jadi sepadan dengan penghasilan yang didapatkan.

Salam Satu Aspal!