Trik Aman Mengemudikan Mobil Saat Hujan di Jalan Licin dan Berkabut

Memasuki musim hujan, kamu tentunya perlu berhati-hati dalam mengemudikan mobil. Selain jalan yang licin dan basah, jarak pandang juga berkabut. Kamu perlu konsentrasi penuh jika tak ingin kendaraan yang kamu kendarai oleng.

Kadang pagi, siang, bahkan malam hari hujan selalu turun. Biasanya hujan turun dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat yang disertai kabut. Mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan lebat memperpendek jarak pandangan ke depan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Jangan memaksa mengendarai mobil bila hujan lebat, sebaiknya tunggu hingga hujan sedikit reda agar lebih aman.

Namun tidak semua pemilik mobil mau menunggu lama di kabin atau menunda perjalanannya dengan berbagai macam alasan. Jika terpaksa mengemudikan mobil dalam kondisi hujan lebat dan berkabut, berikut ini beberapa tips mengemudikan mobil dari Thehealthsite yang dapat kamu ikuti agar aman dalam berkendara, seperti diwartakan Carmudi.

Baca juga: Pengin Jadi Miliarder Seperti Jack Ma, Kamu Wajib Terapkan 3 Kunci Sukses Ini

1. Perlengkapan mobil

Wipers (Shutterstock).

Sebelum memulai perjalanan, pastikan beberapa perangkat di mobil kamu berfungsi dengan baik. Periksa lampu depan, lampu belakang, dan wiper kaca depan mobil untuk memastikan semuanya berfungsi dan bekerja dengan baik.

Periksa juga ban kendaraan. Sebab ban yang botak dapat mengurangi daya cengkeram ke aspal. Jangan lupa bekali diri kamu dengan pengetahuan soal pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan di jalan. Kamu bisa mendapatkannya dari berbagai sumber termasuk artikel di media online.

2. Batasi kecepatan

Saat mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan, pastikan kendaraan melaju dengan kecepatan rendah (Shutterstock).

Saat mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan, pastikan kendaraan melaju dengan kecepatan rendah. Ini dapat membantu kamu terhindar dari hydroplaning atau kehilangan kendali saat melibas air ketika mengemudi.

Jalan basah menyebabkan ban bergerak di atas lapisan air yang tipis, sehingga daya cengkeram ke aspal berkurang. Maka dari itu sangat sulit untuk mengendalikan kemudi dan pengereman.

Baca juga: Sering Hambur-Hamburkan Uang Gak Jelas, Terapkan 5 Mindset Ini Agar Bisa Hidup Hemat

3. Menyalakan lampu utama

Dalam kondisi hujan lebat, disarankan pengemudi menyalakan lampu utama (Shutterstock).

Dalam kondisi hujan lebat, disarankan pengemudi menyalakan lampu utama. Meskipun pada siang hari, ini berguna untuk meningkatkan visibilitas dan memberikan tanda kepada pengemudi lain agar melihat mobilmu di jalan.

4. Hidupkan wiper kaca depan

Hidupkan wiper kaca depan (Shutterstock).

Menghidupkan wiper kaca depan adalah suatu keharusan apabila hujan turun, baik dalam intensitas ringan maupun lebat. Bila karet wiper kaca depan sudah dalam keadaan pecah-pecah atau getas, sebaiknya diganti. Sebab wiper sudah tidak bisa membersihkan air dari kaca depan secara maksimal.

Jika air di kaca depan tidak tersapu dengan baik oleh wiper, bisa menghalangi pandangan pengemudi ke depan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Dipercaya Pegang Uang Sumbangan Bencana, Ini yang Wajib Kamu Lakukan

5. Jaga jarak aman

Pastikan Anda menjaga jarak dengan kendaraan di depan Anda (Shutterstock).

Pastikan menjaga jarak dengan kendaraan di depan kamu. Ini untuk menghindari pengereman yang berat dan mencegah mobil tertabrak. Jangan malas untuk selalu memeriksa kaca spion demi memastikan ada atau tidaknya kendaraan di samping dan belakang mobilmu.

6. Hindari genangan air

Hindari genangan air (Shutterstock).

Sebaiknya hindari genangan air karena dapat menyebabkan hydroplaning dan memungkinkan kendaraan tergelincir. Berkendaralah di jalan lain atau bila terpaksa harus melewati genangan air, pastikan kendaraan harus berjalan lambat.

7. Jangan parkir sembarangan

Jangan parkir sembarangan (Shutterstock).

Jangan memarkir mobil di sembarang tempat, karena jarak pandang yang buruk bisa membuat mobil Anda tertabrak oleh kendaraan lain. Bila hanya ingin berhenti atau parkir sejenak lebih baik nyalakan lampu hazard.

8. Cari informasi cuaca

Informasi cuaca (Shutterstock).

Sebaiknya perbarui informasi Anda tentang cuaca dan kondisi jalan terkini melalui berita di televisi, koran, media online hingga radio. Kurangi berbicara di telepon, makan, dan berbicara dengan penumpang karena dapat mengalihkan perhatian dan bisa menyebabkan kecelakaan.

9. Hindari rem mendadak

Hindari rem mendadak (Shutterstock).

Menginjak rem terlalu keras atau mendadak dapat menyebabkan penumpukan air di rem sehingga fungsinya kurang maksimal.

10. Cruise control

Cruise control (Shutterstock).

Tips mengemudikan mobil saat hujan yang terakhir adalah jangan menggunakan cruise control. Fitur satu ini hanya bisa digunakan ketika jalan kering dan tidak untuk mengemudi di jalan basah. Cruise control bekerja untuk mempertahankan kecepatan konstan sehingga meningkatkan kemungkinan hydroplaning. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Memasuki musim hujan, kamu tentunya perlu berhati-hati dalam mengemudikan mobil. Selain jalan yang licin dan basah, jarak pandang juga berkabut. Kamu perlu konsentrasi penuh jika tak ingin kendaraan yang kamu kendarai oleng.

Kadang pagi, siang, bahkan malam hari hujan selalu turun. Biasanya hujan turun dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat yang disertai kabut. Mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan lebat memperpendek jarak pandangan ke depan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Jangan memaksa mengendarai mobil bila hujan lebat, sebaiknya tunggu hingga hujan sedikit reda agar lebih aman.

Namun tidak semua pemilik mobil mau menunggu lama di kabin atau menunda perjalanannya dengan berbagai macam alasan. Jika terpaksa mengemudikan mobil dalam kondisi hujan lebat dan berkabut, berikut ini beberapa tips mengemudikan mobil dari Thehealthsite yang dapat kamu ikuti agar aman dalam berkendara, seperti diwartakan Carmudi.

Baca juga: Pengin Jadi Miliarder Seperti Jack Ma, Kamu Wajib Terapkan 3 Kunci Sukses Ini

1. Perlengkapan mobil

Wipers (Shutterstock).

Sebelum memulai perjalanan, pastikan beberapa perangkat di mobil kamu berfungsi dengan baik. Periksa lampu depan, lampu belakang, dan wiper kaca depan mobil untuk memastikan semuanya berfungsi dan bekerja dengan baik.

Periksa juga ban kendaraan. Sebab ban yang botak dapat mengurangi daya cengkeram ke aspal. Jangan lupa bekali diri kamu dengan pengetahuan soal pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan di jalan. Kamu bisa mendapatkannya dari berbagai sumber termasuk artikel di media online.

2. Batasi kecepatan

Saat mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan, pastikan kendaraan melaju dengan kecepatan rendah (Shutterstock).

Saat mengemudikan mobil di tengah guyuran hujan, pastikan kendaraan melaju dengan kecepatan rendah. Ini dapat membantu kamu terhindar dari hydroplaning atau kehilangan kendali saat melibas air ketika mengemudi.

Jalan basah menyebabkan ban bergerak di atas lapisan air yang tipis, sehingga daya cengkeram ke aspal berkurang. Maka dari itu sangat sulit untuk mengendalikan kemudi dan pengereman.

Baca juga: Sering Hambur-Hamburkan Uang Gak Jelas, Terapkan 5 Mindset Ini Agar Bisa Hidup Hemat

3. Menyalakan lampu utama

Dalam kondisi hujan lebat, disarankan pengemudi menyalakan lampu utama (Shutterstock).

Dalam kondisi hujan lebat, disarankan pengemudi menyalakan lampu utama. Meskipun pada siang hari, ini berguna untuk meningkatkan visibilitas dan memberikan tanda kepada pengemudi lain agar melihat mobilmu di jalan.

4. Hidupkan wiper kaca depan

Hidupkan wiper kaca depan (Shutterstock).

Menghidupkan wiper kaca depan adalah suatu keharusan apabila hujan turun, baik dalam intensitas ringan maupun lebat. Bila karet wiper kaca depan sudah dalam keadaan pecah-pecah atau getas, sebaiknya diganti. Sebab wiper sudah tidak bisa membersihkan air dari kaca depan secara maksimal.

Jika air di kaca depan tidak tersapu dengan baik oleh wiper, bisa menghalangi pandangan pengemudi ke depan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Dipercaya Pegang Uang Sumbangan Bencana, Ini yang Wajib Kamu Lakukan

5. Jaga jarak aman

Pastikan Anda menjaga jarak dengan kendaraan di depan Anda (Shutterstock).

Pastikan menjaga jarak dengan kendaraan di depan kamu. Ini untuk menghindari pengereman yang berat dan mencegah mobil tertabrak. Jangan malas untuk selalu memeriksa kaca spion demi memastikan ada atau tidaknya kendaraan di samping dan belakang mobilmu.

6. Hindari genangan air

Hindari genangan air (Shutterstock).

Sebaiknya hindari genangan air karena dapat menyebabkan hydroplaning dan memungkinkan kendaraan tergelincir. Berkendaralah di jalan lain atau bila terpaksa harus melewati genangan air, pastikan kendaraan harus berjalan lambat.

7. Jangan parkir sembarangan

Jangan parkir sembarangan (Shutterstock).

Jangan memarkir mobil di sembarang tempat, karena jarak pandang yang buruk bisa membuat mobil Anda tertabrak oleh kendaraan lain. Bila hanya ingin berhenti atau parkir sejenak lebih baik nyalakan lampu hazard.

8. Cari informasi cuaca

Informasi cuaca (Shutterstock).

Sebaiknya perbarui informasi Anda tentang cuaca dan kondisi jalan terkini melalui berita di televisi, koran, media online hingga radio. Kurangi berbicara di telepon, makan, dan berbicara dengan penumpang karena dapat mengalihkan perhatian dan bisa menyebabkan kecelakaan.

9. Hindari rem mendadak

Hindari rem mendadak (Shutterstock).

Menginjak rem terlalu keras atau mendadak dapat menyebabkan penumpukan air di rem sehingga fungsinya kurang maksimal.

10. Cruise control

Cruise control (Shutterstock).

Tips mengemudikan mobil saat hujan yang terakhir adalah jangan menggunakan cruise control. Fitur satu ini hanya bisa digunakan ketika jalan kering dan tidak untuk mengemudi di jalan basah. Cruise control bekerja untuk mempertahankan kecepatan konstan sehingga meningkatkan kemungkinan hydroplaning. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Phasellus cursus rutrum est nec suscipit. Ut et ultrices nisi. Vivamus id nisl ligula. Nulla sed iaculis ipsum.

Contact

Company Name

Address