Unggul Sementara, Ini Kisah Jokowi Pengusaha Mebel yang Jadi Presiden

Jokowi alias Joko Widodo bersama KH. Ma’ruf Amin telah unggul dalam hasil penghitungan cepat (quick count) suara sementara yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei.

Dikutip dari layar hitung cepat yang dimuat Suara.com, lima lembaga survei yang terpampang di situ menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari paslon Prabowo-Sandi.

LSI misalnya, dari 96,80% suara yang masuk, Jokowi-Ma’ruf meraih 55,37% sedangkan Prabowo-Sandi meraih 44,63%. Sementara berdasarkan 90,61% suara yang masuk ke SMRC, paslon 01 meraih 54,84%, dan paslon 02 merebut 45,16% suara.

Tidak jauh berbeda, Indo Barometer memperlihatkan bahwa 54,24% pemilih memberikan suara untuk Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 45,76% memberi suara bagi Prabowo-Sandi.

Selanjutnya, ada survei Indikator, di mana dari 88,04% suara yang masuk, 54,12% di antaranya mencoblos Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 45,88% mencoblos Prabowo-Sandi.

Yang terakhir, Charta Politika, mencatat bahwa 54,39% suara respondennya diberikan untuk Jokowi-Ma’ruf, sedangkan 45,61% untuk Prabowo-Sandi.

Dengan unggul sementara dalam hasil quick count, Jokowi bisa disebut terpilih kembali menjadi Presiden ke-8 RI untuk periode 2019-2024.

Jokowi yang sebelumnya telah menjadi Presiden ke-7 RI periode 2014-2019 lebih dulu memulai kariernya sebagai pengusaha mebel.

Di kampung halamannya, Solo, suami Iriana Joko Widodo itu jatuh bangun mengembangkan bisnis tersebut. Mulai dari mencari modal, hingga mengurus karyawan.

Pria yang berulang tahun setiap 21 Juni itu dalam akun Facebooknya, Joko Widodo, pernah mengunggah foto saat masih menjadi pengusaha furnitur.

Jokowi menceritakan, dirinya sudah 29 tahun menjadi pengusaha mebel. Meski sudah menjadi presiden, ayah tiga anak tersebut masih menjalankan usaha tersebut hingga saat ini.

Sukses sebagai pengusaha furnitur, dia terpilih menjadi Wali Kota Solo. Di tengah tugasnya memimpin Kota Solo, tahun 2012 Jokowi harus hijrah ke Ibu Kota untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, kepopuleran Jokowi semakin melambung. Meski baru di dunia politik, kiprahnya sebagai pemimpin banyak mendapatkan perhatian serta dukungan publik.

Kisah pengusaha furnitur yang menjadi presiden ke-7 RI itupun membuatnya mendapat julukan sebagai ‘demokrasi jalanan’ dari media internasional The New York Times.

Dikenal sebagai sosok presiden yang merakyat, untuk kamu yang ingin mengetahui lebih jauh sosok Jokowi dan fakta dirinya sebagai pengusaha furnitur hingga menjadi Presiden RI, simak pemaparannya di sini:

Pernah jadi ojek payung

Jokowi saat masih jadi pengusaha mebel (Facebook/Joko Widodo)

Terlahir di Surakarta, Jawa Tengah, dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo, Jokowi datang dari keluarga yang bisa dibilang sederhana. Meski begitu, hal tersebut tak membuatnya minder dan takut bermimpi tinggi.

Pendidikannya dimulai dari SD Negeri 111 Tirtoyoso. Dengan berbagai kesulitan yang dialami, Jokowi kecil sampai harus membantu orangtuanya berdagang, mengojek payung, hingga jadi kuli panggul untuk membiayai keperluan sekolah dan uang jajannya sendiri.

Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian berlanjut ke SMA Negeri 6 Surakarta.

Pria penyuka musik heavy metal itu kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang tertinggi dengan masuk Universitas Gajah Mada, jurusan kehutanan.

Ilmu tentang struktur kayu, pemanfaatan dan teknologi yang didapat dari masa kuliah menjadi modal baginya membuka usaha furnitur.

Baca juga: Jokowi Pakai Jaket Limited Edition seperti Dilan, Harganya Rp 1,3 Juta!

Pendidikan membantunya jadi pengusaha

Jokowi jadi pengusaha mebel berkat menempuh pendidikan di UGM (Instagram/@jokowi)

Kepiawaian pria  mengembangan bisnis furnitur kayu ternyata tidak lepas dari ilmu yang diperolehnya ketika mengambil konsentrasi Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Meski sempat bekerja di BUMN, dia memutuskan keluar dan memulai usahanya sendiri. Namun, kakek dua cucu itu bukan tanpa hambatan berbisnis selama sembilan tahun. Selama itu, dia belum juga melihat adanya tanda-tanda keberhasilan.

Berkat kegigihannya kini furnitur kayu milik Jokowi mampu bersaing di mancanegara dan mulai diekspor ke Eropa hingga Amerika.

Baca juga: Bahas Ekonomi Syariah: Jokowi Buka Halal Park, Sandiaga Soroti Bank Syariah

Jadi Wali Kota Solo

Jokowi pernah jadi Wali Kota Solo (Instagram/@Jokowi)

Ketika kerajaan bisnisnya semakin menggurita dan stabil, Jokowi ikut memajukan pembangunan di Kota Solo.

Dia pun mulai menjalani kehidupan politiknya dimulai ketika mendirikan sebuah organisasi yang dikhususkan untuk pengusaha mebel dan kerajinan di Solo bernama Asmindo.

Selanjutnya, tahun 2005, dia ikut mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo, keputusannya untuk terjun di dunia politik bukan tanpa halangan. Keinginan tersebut sempat tak didukung oleh istri dan anak-anaknya.

Namun, keputusannya sudah bulat demi menyejahterakan dan pemerataan pembangunan di Kota Solo. Dia maju dan terpilih menjadi wali kota bersama wakilnya Rudy yang diusung oleh PDI Perjuangan, dengan mengantongi 36,62 persen suara.

Saat itu, dia terpilih karena dianggap sebagai sosok yang sukses dan pintar. Dia sudah berhasil memberikan perubahan drastis untuk Kota Solo.

Beberapa pencapaian hebatnya adalah keberhasilan membangun pasar tradisional baru, termasuk pasar barang antik dan pasar peralatan rumah.

Dia juga membangun city walk sepanjang 7 km dengan trotoar lebar untuk pejalan kaki sepanjang jalan utama Surakarta, membangun Solo Techno Park, yang membantu mendukung proyek mobil Esemka Indonesia, dan lainnya.

Jadi Gubernur DKI Jakarta

Jokowi pernah jadi gubernur DKI Jakarta (Instagram/@Jokowi)

Di tengah tugasnya memimpin Kota Solo selama dua periode, tahun 2012, dia harus hijrah ke Ibu Kota untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama wakilnya, Ahok.

Diberi tugas yang jauh lebih berat seperti mengatasi kemacetan dan banjir yang terus melanda saat itu, Jokowi tak gentar.

Sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, kepopuleran Jokowi semakin melambung. Meski baru di dunia politik, kiprahnya sebagai pemimpin banyak mendapatkan perhatian serta dukungan publik.

Jokowi merilis kebijakan mempercepat pembangunan sarana transportasi masal seperti MRT dan monorel serta memperbanyak armada Transjakarta guna mengatasi kemacetan.

Untuk masalah banjir, Jokowi juga bergerak cepat dengan merelokasi daerah-daerah resapan banjir dan memperbaharui serta memperbanyak taman dan hutan kota.

Selain MRT, dia juga merilis Kartu Jakarta Sehat (KJS), dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebagai beberapa kebijakan yang dibuat untuk menjadikan Jakarta lebih baik.

Jadi Presiden ke-7 RI

Jokowi jadi presiden ke-7 RI (Instagram/@Jokowi)

Dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI, tahun 2014 Jokowi diusulkan oleh PDI Perjuangan untuk maju ke pemilihan presiden bersama wakilnya, Jusuf Kalla.

Hingga akhirnya Jokowi menang dengan perolehan suara 53,19 persen mengalahkan lawannya saat itu, Prabowo-Hatta dengan 46,81 persen suara.

Meski dari suara rakyat, Jokowi mengaku masih saja punya beberapa haters yang menganggapnya tak pantas jadi seorang pemimpin.

Budaya blusukan

Jokowi terkenal dengan budaya blusukan (Instagram/@Jokowi)

Berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya, pemimpin negara yang satu ini memang suka sekali dengan blusukan. Selain agar mendapatkan ilmu, Jokowi melakukannya agar bisa lebih dekat dengan rakyat di sekitarnya.

Sebagai orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi tentu akan mendapat pelayanan serba VVIP, termasuk dalam hal protokoler. Tentu saja sangat ketat karena menyangkut juga soal pengamanan yang dilakukan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Namun, karena tak ingin berjarak dengan rakyatnya, Jokowi kerap berjalan seorang diri saat meninjau suatu lokasi seperti tidak ada pengawalan paspampres.

Meski terlihat seperti tidak ada pengawalan, sebenarnya penjagaan tetap dilakukan oleh Paspampres. Hanya saja, dari jarak tidak terlalu dekat.

Keluarga dan pribadi Jokowi

Jokowi bersama keluarga (Instagram/@Jokowi)

Jokowi menikah dengan Iriana, wanita kelahiran Solo 1 Oktober 1963 yang merupakan cinta pertama dan terakhirnya.

Mereka bertemu ketika Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Saat itu, Iriana masih duduk di kelas tiga SMA. Jokowi bertemu dengan Iriana, melalui adik perempuannya, Iid Sriantini.

Setelah saling cocok, mereka memutuskan menikah di Solo, 24 Desember 1986. Dari pernikahan tersebut dikaruniai tiga orang anak yaitu Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Unggul sementara

Kisah Jokowi diangkat jadi film (Instagram/@Jokowi)

Jokowi unggul sementara berdasarkan hasil quick count di pilpres 2019. Namun, dalam pidatonya, Jokowi tidak mengklaim kemenangan. Dia meminta pendukungnya menunggu hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pemilu tahun ini.

“Dari indikasi exit poll dan quick count tadi sudah kita lihat semuanya, tetapi kita semua harus bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi,” ujar Jokowi saat memberikan pidato singkat di Jakarta Theatre pada Rabu 17 April 2019 pukul 17.00 WIB.

Itulah fakta tentang pria asal Surakarta, Solo, yang dari hasil quick count sementara menjadi presiden ke-8 RI.