Untung Besar dari Saham Indosat dan Danamon, Ini 5 Fakta tentang Temasek Holdings

Nama Temasek Holdings sempat menjadi pemberitaan di Indonesia karena pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Pernyataan yang bikin heboh publik tersebut menyebut empat unicorn di Indonesia dimiliki Singapura dalam konferensi pers pada Selasa (30/7).

Belakangan pernyataan tersebut diralat Thomas Lembong yang disampaikan melalui akun Twitter miliknya @tomlembong. Bukan tanpa dasar Kepala BKPM ini sampai membuat pernyataan yang menghebohkan tersebut.

Thomas Lembong melontarkan pernyataan tersebut dengan dalil riset Google dan Temasek Holdings. Hasil riset tersebut emang mencantumkan kalau Singapura memiliki empat unicorn dan Indonesia sama sekali gak memiliki. Inilah yang kemudian bikin Lembong berkesimpulan empat unicorn yang ada di Indonesia diklaim sebagai milik Singapura.

Gak lama setelah pernyataan tersebut terlontar, Thomas Lembong mengaku menerima klarifikasi dari Tokopedia, Bukalapak, dan Gojek. Unicornunicorn tersebut mengaku kalau mereka gak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA.

Walaupun polemik ini telah berakhir, rupanya ada beberapa fakta menarik nih dari tersebutnya Temasek Holdings. Seperti apa faktanya? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Bukan Gojek Cs, 4 Startup Raksasa Ini Murni Milik Singapura

1. Didirikan pada 1974, Temasek Holdings merupakan BUMN milik Pemerintah Singapura

Merupakan perusahaan milik pemerintah Singapura. (Facebook/@temasekholdings)

Sebagaimana yang diinformasikan lewat website resminya, Temasek Holdings adalah perusahaan investasi global yang berkantor pusat di Singapura. Statusnya pun bukanlah perusahaan swasta, melainkan perusahaan milik Pemerintah Singapura.

Sasaran investasi Temasek mencakup banyak sektor. Mulai dari sektor jasa keuangan, telekomunikasi, media dan teknologi, consumer dan real estate, transportasi dan industri, life sciences dan agribusiness, hingga energi dan sumber daya.

Baca juga: Merasa Paling Kaya? Coba Beli 4 Perusahaan Indonesia yang Mahal Ini Kalau Berani

2. Per 31 Maret 2019, nilai portofolio investasi yang dicatatkan mencapai US$ 313 miliar

 

Nilai portofolio investasi. (Facebook/@temasekholdings)

Terhitung mulai dari tahun 2002, nilai portofolio Temasek Holdings cenderung bertumbuh. Pada 2002, BUMN Singapura ini mencatatkan nilai portofolio US$ 77 miliar atau sekitar Rp 1.093 triliun. Namun, kini nilainya tembus US$ 313 miliar atau sekitar Rp 4.441 triliun.

Tentu aja peningkatan nilai portofolio atau portfolio value merupakan hal yang bagus. Sebab perusahaan-perusahaan yang menjadi pilihan investasi Temasek terbilang sukses dalam mengembangkan bisnis.

Baca juga: Jajaran Investor Ini Bikin Go-Jek Jadi Decacorn dengan Nilai Rp 141 Triliun

3. Nilai investasi terbesar Temasek Holdings terdapat di sektor jasa keuangan

Paling banyak berinvestasi di jasa keuangan. (Facebook/@temasekholdings)

Dari nilai portofolio investasi yang mencapai US$ 313 miliar atau Rp 4.441 triliun, sektor jasa keuangan menjadi sektor yang paling besar menerima dana investasi Temasek Holdings. Data menunjukkan, sekitar 25 persen dari portofolio Temasek terdapat di sektor jasa keuangan.

Ada beberapa institusi keuangan dunia yang diketahui sahamnya dimiliki Temasek. Mulai dari Visa Inc., Adyen N.V., AIA Group Limited, China Construction Bank Corporation, DBS Group Holdings Ltd, HDFC Bank Limited, Industrial and Commercial Bank of China Limited, Mastercard Incorporated, PayPal Holdings, Inc., Ping An Insurance (Group) Company of China, Ltd., Standard Chartered PLC, hingga Virtu Financial, Inc.

4. Singapura dan China menjadi negara tujuan utama investasi Temasek Holdings

Paling sering berinvestasi di negeri sendiri dan Cina. (Facebook/@temasekholdings)

Menurut data yang ada juga, ada dua negara yang menjadi tujuan utama investasi Temasek Holdings, yaitu Singapura dan China. Di luar negara tersebut, dana investasi Temasek tersebar di negara-negara Amerika Utara, Asia, Eropa, Australia, Selandia Baru, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Di Singapura, perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki Temasek, antara lain DBS Group Holdings Ltd, Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd, Mediacorp Pte Ltd, Singapore Telecommunications Limited, dan masih banyak yang lainnya.

Sementara itu, di China, perusahaan-perusahaan yang sahamnya dipegang Temasek antara lain China Construction Bank Corporation, Industrial and Commercial Bank of China Limited, Ping An Insurance (Group) Company of China, Ltd., dan masih banyak yang lainnya.

5. Temasek dapat cuan triliunan dari penjualan Bank Danamon dan Indosat

Jual saham Danamon ke MUFG. (Twitter/@danamon)

Di Indonesia, perusahaan investasi global Temasek Holdings diketahui berinvestasi di sektor jasa keuangan dan telekomunikasi. Seperti yang diberitakan belum lama ini, Temasek melepas kepemilikannya atas saham Bank Danamon.

Temasek secara penuh melakukan divestasi saham Bank Danamon pada April 2019 ke The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. atau MUFG Bank. Temasek yang telah memiliki saham Bank Danamon dari tahun 2003 dilaporkan menerima dana akuisisi sekitar Rp 67,25 triliun seperti yang diberitakan Bisnis

Asal tahu aja nih, Temasek pada tahun 2003 menggelontorkan dana Rp 3,08 triliun buat memiliki 51 persen saham Bank Danamon. Temasek membeli saham Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kepemilikan Temasek pun bertambah menjadi 73,8 persen dengan melakukan pembelian kembali lewat anak perusahaan Asia Financial.

Jauh sebelum Bank Danamon, Temasek juga telah mencetak cuan dari penjualan Indosat. Pada 2002, BUMN Singapura ini membeli sekitar 41,94 persen saham Indosat dari Pemerintah Indonesia senilai US$ 630 juta atau sekitar Rp 5,62 triliun (kurs saat itu).

Pada 2009, Temasek melepas kepemilikan saham Indosat ke Ooredoo Asia Pte. Ltd. (dulunya Qatar Telecom) senilai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun (kurs saat itu). Temasek melepas sekitar 40,8 persen saham Indosat yang dimilikinya saat itu.

Itu tadi beberapa fakta seputar Temasek Holdings, sebuah perusahaan investasi global milik Singapura. Dari Temasek, kita bisa belajar kalau investasi di pasar modal, khususnya saham, ternyata sangat menguntungkan. Nah, kamu sendiri gimana? Udah memulainya belum? (Editor: Ruben Setiawan)