Wajib Tahu, Ini Hitungan Denda Grab buat Pelanggan yang Batalkan Orderan

Perusahaan ojek online asal Singapura, Grab, bakal menerapkan denda kepada penumpangnya yang kedapatan membatalkan orderan. Denda Grab ini sudah mulai diujicobakan pada tanggal 17 Juni 2019 lalu.

Pembatalan order ini sudah menjadi keluhan yang cukup serius di kalangan mitranya. Apalagi kalau pembatalan tanpa alasan yang jelas. Lebih parahnya, banyak kasus mitra yang mendapat orderan GrabFood, pas pesanannya sudah dibeli, tiba-tiba dibatalin. Ada juga yang udah jauh-jauh menembus kemacetan menuju ke titik penjemputan, eh tiba-tiba orderan dibatalin.

Kalau kejadian seperti ini terus-terusan menimpa para mitra, kasihan juga mereka sudah keluar tenaga dan bensin untuk memenuhi pesanan. Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa denda diberlakukan, yaitu untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada para mitranya. Jadinya kan adil tuh, gak cuma memaksimalkan pelayanan untuk pelanggan saja, tapi juga untuk para mitra yang sudah capek-capek mengambil pesanan.

Buat para pengguna, tenang saja, kamu gak perlu khawatir terkena denda Grab, karena ada kriteria-kriterianya yang wajib kena denda dan yang tidak. Seperti apa?

Baca juga: Aturan Baru, Penumpang Wajib Selfie Sebelum Pesan Grab di Malaysia

Denda Grab diberikan bagi yang membatalkan orderan di atas 5 menit

Batalin orderan di atas lima menit, siap-siap kena denda. (Instagram/@grabid)

Denda Grab gak sembarangan dikasih ke mereka yang batalkan orderan, tapi ada kriteria khusus yang telah diterapkan. Bagi mereka yang membatalkan pesanan di atas 5 menit, itulah yang dikenakan denda. Perhitungannya dihitung sejak pengguna mendapatkan driver ya.

Tapi, pengguna juga gak akan kena denda kalau driver tak kunjung datang melebihi estimasi waktu kedatangan. Misalnya, estimasi kedatangan 10 menit, tapi dalam waktu 15 menit lebih si driver belum datang ke titik penjemputan, pembatalan bisa dilakukan dan penumpang tidak akan dikenakan denda.

Kemudian denda tidak akan dikenakan ke pengguna bila proses pembatalan pemesanan dilakukan sendiri oleh sang driver.

Baca juga: Tarifnya Rp 3.000 per Kilometer, Gini Caranya Pesan GrabBajay di Jakarta

Baru diterapkan di dua kota

Uji cobanya baru di dua kota. (Instagram/@grabid)

Saat ini denda Grab masih dalam tahapan uji coba. Diberlakukan mulai 17 Juni 2019 sampai satu bulan ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencari formula yang tepat dalam penerapannya secara nasional. Kota yang dipilih pun bukan di DKI Jakarta yang mobilitasnya sangat tinggi, tetapi di Lampung dan Palembang.

Dikutip dari CNBC, dua kota dipilih karena karakteristik pengguna maupun mitranya masih seragam. Berbeda dengan Jakarta yang kondisi penumpang dan pengemudinya beragam dari berbagai daerah.

Baca juga: Cegah Kejahatan! Grab Lakukan Verifikasi Data Demi Keamanan Pelanggan

Besaran denda Rp 1.000 dan Rp 3.000

Denda bakal masuk ke akun pengemudi. (Instagram/@grabid)

Grab pun sudah menetapkan besaran denda yang mereka tanggungkan ke pengguna. Seperti dikutip dari kompas, denda untuk pembatalan order Grab Bike sebesar Rp 1.000, sedangkan untuk Grab Car, dikenakan denda sebesar Rp 3.000. Gimana cukup murah bukan? Kalau keseringan juga lumayan bisa bikin jera pengguna yang iseng. Uang denda tersebut gak masuk ke Grab, melainkan masuk ke saldo driver yang mengambil pesanan.

Denda ini akan langsung dipotong secara otomatis dari saldo OVO pengguna. Terus, gimana buat yang gak punya OVO dan membayar secara cash? Untuk kasus ini, denda bakal dibebankan di tarif pemesanan atau perjalanan berikutnya.

Tips meminimalisir terjadinya pembatalan

Tips cerdas hindari pembatalan. (Instagram/@grabid)

Untuk meminimalisir terjadinya pembatalan pesanan, dan terhindar dari denda Grab, Grab telah memiliki beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat melakukan pemesanan. Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari Antara,

  • Pastikan pemesan sudah siap dijemput sebelum memesan
  • Pastikan kamu sudah memasuki alamat jemput dan tujuan dengan benar
  • Pesanlah saat sudah di titik jemput
  • Tambahkan pesan di GrabChat melalui pesan singkat, suara, atau gambar mengenai lokasimu atau pakaian yang kamu pakai untuk memudahkan pengemudi menemukanmu
  • Pakailah bahasa Indonesia yang sopan untuk menghindari kesalahpahaman antara pengemudi dan penumpang.

Nah itu tadi penjelasan singkat mengenai denda Grab. Intinya, peraturan ini dibuat demi memberikan pelayanan optimal yang adil, baik untuk pelanggan, maupun mitra pengemudi. Mulai sekarang jangan asal batalin pesanan ya! (Editor: Ruben Setiawan)